RadarJombang.id – PPDB 2024 tingkat SMP di Jombang kembali dikeluhkan.
Belasan siswa MI di Jombang gagal mendaftar ke SMP Negeri karena operator madrasah tidak mengikuti PPDB periode pendataan.
’’Awalnya anak saya ingin mendaftar ke SMP Negeri, tapi karena sudah terlambat ya sudah, pasrah saja,’’ kata salah satu sumber Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.
Keinginan daftar ke SMP Negeri itu sudah ada sejak lama dia sampaikan ke madrasah agar dibantu mengurus pendaftaran.
Sayangnya, pada periode pendataan untuk upload kartu keluarga (KK), hingga menentukan titik koordinat rumah, madrasah tidak melakukan.
Padahal waktunya sebulan, 12 Mei sampai 12 Juni.
Hingga akhirnya, siswa tak bisa mendaftar di SMP Negeri yang diinginkan karena tidak memiliki PIN untuk mendaftar.
’’Saya sendiri juga tidak mengerti bagaimana cara daftar online. Orang desa, tidak mengerti yang begitu-begitu,’’ ungkapnya.
Sumber lain mengatakan, pihak madrasah sempat mengupayakan dengan datang ke SMP Negeri maupun ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.
Alternatif pertama, mereka diminta untuk menunggu hingga tanggal 24 Juni, jika masih ada pagu kosong, akan diupayakan untuk daftar di PPDB pemenuhan pagu.
Sayangnya, pagu SMP Negeri yang diinginkan penuh, sehingga harapan belasan siswa tersebut dipastikan gagal.
Terpisah, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Jombang, Zainut Tamam, mengatakan, pihaknya telah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang untuk melakukan sosialisasi kepada kepala dan operator MI.
’’Jika ada kejadian seperti ini ya konsekuensi. Karena kita kan lintas kebijakan, jadi tidak bisa membantu apa-apa,’’ jelasnya.
Tamam memaklumi, mengingat SMP Negeri memiliki batasan pagu.
Begitu juga di MTs Negeri yang memiliki batasan pagu menyesuaikan dengan daya tampung madrasah.
’’Dinas pendidikan juga sudah melakukan sosialisasi hingga melatih cara daftarnya. Jika hal ini terjadi, maka itu tanggungjawab masing-masing madrasah,’’ ungkapnya.
Sebagai solusi, siswa bisa mendafar ke MTs baik negeri maupun swasta, atau juga ke SMP swasta yang pagunya belum penuh.
’’Harus legowo, bisa daftar ke MTs negeri terdekat. Jika pagunya belum penuh pasti diterima, kalau mau ke SMP swasta juga boleh,’’ urainya.
Dalam juknis PPDB 2024 di lingkup Kemenag, PPDB MTs ditutup 31 Juli.
Jika masih ada pagu kosong, masih bisa diisi kapan saja.
’’Saya rasa itu hanya terjadi di satu dua madrasah saja. Madrasah yang lain pasti membantu siswanya mau daftar ke SMP atau ke MTs,’’ tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen, mengatakan, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada seluruh satuan pendidikan dasar, baik SD maupun MI.
Saat itu, kepala sekolah dan operator sekolah yang diundang untuk sosialisasi.
’’Kalau memang kelewatan bukan tanggungjawab kami, karena juknis, termasuk jadwal sudah kami sosialisasikan sejak awal,’’ terangnya.
Untuk upload KK sebenarnya tidak harus di sekolah atau madrasah.
Tetapi bisa juga minta tolong ke SMP Negeri yang dituju atau ke dinas pendidikan.
Jika SMP Negeri yang diinginkan pagunya penuh, maka tidak ada lagi solusi selain mendaftar ke lembaga swasta yang pagunya masih ada.
’’SMP Negeri tidak ada tambahan pagu, maksimal 32 siswa,’’ tandasnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW