RadarJombang.id – Penanganan dam karet Jatimlerek Jombang yang belum tuntas benar-benar menganggu pertanian di utara brantas.
Minimnya pasokan air ke areal pertanian warga lantaran kerusakan pintu Dam Karet Jatimlerek menjadikan sebagian petani beralih menanam tembakau.
Tak terkecuali bagi petani padi di wilayah Kecamatan Ploso, Jombang ini.
Seperti terlihat di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Jombang Jumat (14/6).
Sejumlah petani mulai sibuk menanam bibit tembakau di sawahnya.
”Biasanya di sini padi, sekarang mulai ganti ke tembakau, dan banyak ini yang sedang beralih,” terang Joko, 50.
Ia menyebut, beralihnya petani padi ke tanaman tembakau itu, tak hanya karena musim kemarau saja.
Namun, faktor utamanya adalah kendala irigasi.
Jebolnya Dam Karet Jatimlerek, membuat saluran induk Jatimlerek yang biasa jadi andalan petani mengairi sawah, kini tak bisa lagi mencukupi kebutuhan air.
”Daripada harus nyedot air terus dan habisnya juga besar, akhirnya ya mulai pindah ke tembakau saja,” lontarnya.
Hal senada, juga disebut Muji, 45, petani lainnya di Desa Jatigedong.
Baca Juga: 9.542 Buruh Tani Tembakau dan Buruh Pabrik Rokok Dapat BLT Dari Pemkab Jombang, Segini Besarannya
Ia menyebut, tahun ini memang jumlah petani tembakau melonjak drastis di desanya.
”Yang padi, ada yang pindah ke tembakau karena kurang air, ada juga yang tahun sebelumnya tanam buah, sekarang jadi tembakau juga,” lontarnya.
Menurut Muji, beralihnya petani menanam tembakau itu juga karena sukses besarnya petani tembakau di musim sebelumnya.
Sehingga membuat banyak petani ingin merasakannya juga di tahun ini.
”Tahun kemarin kan hasilnya bagus, jadi banyak yang mulai mencoba juga ini,” lontarnya
Editor : Achmad RW