RadarJombang.id – Indikasi penyelewengan anggaran untuk alokasi stunting hingga anggaran revolusi mental disebut terjadi massal di daerah.
Hal itu, diungkap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa dalam rapat bersama Komisi X DPR RI (13/6)
Dalam sidang itu, Suharso menyebut banyak temuan anggaran yang alokasinya Jauh dari target awal.
Beberapa pos anggaran itu malah digunakan perbaikan pagar puskesmas hingga membeli motor trail.
Hal itu, disebutnya berhasil ditemukan saat pihaknya memeriksa aplikasi KRISNA dalam alokasi penggunaan anggaran stunting.
“pada waktu itu di KRISNA, stunting, lokasinya saya zoom terus terus sampai akhirnya programnya apa? …. ternyata memperbaiki pagar puskesmas. Itu terjadi pak," ungkap Suharso.
Perlu diketahui, anggaran stunting pada 2019 dipatok sebesar Rp 25,4 triliun.
Kemudian meningkat lebih dari dua kali lipat, sebesar Rp 57,6 triliun di 2024 ini.
Suharso turut mempertanyakan penggunaan anggaran stunting yang ternyata dipakai memperbaiki pagar puskesmas tersebut.
"Saya bilang 'ini kenapa bisa terjadi?," tegasnya.
Tak cuma itu, Suharso mengatakan ada anggaran revolusi mental yang malah digunakan untuk membeli motor trail.
Baca Juga: Parah! Balita Stunting dan Bumil di Jombang Diberi Makanan Tambahan yang Mengandung Ulat Belatung
Dia mengaku heran anggaran dengan pos program revolusi mental digunakan untuk memberi kendaraan bermotor yang disinyalir untuk jalan-jalan.
"Terus ini yang luar biasa pak, judulnya adalah mengenai revolusi mental, saya telusuri terus, turun, turun ujungnya adalah membeli motor trail. Saya bilang 'ada hubungannya memang ya? motor trail untuk jalan-jalan' gitu," lontarnya.
Meski bisa melakukan penelusuran tersebut, namun Suharso mengaku tak kuasa untuk memberikan sanksi.
"Tapi kami gak kuasa bapak, jadi kami itu seperti mengalami ketindihan intelektual, tapi ini ketindihan teknokratik, jadi kami ngerti tapi gak bisa bergerak, gitu pak," katanya.
"Jadi mungkin kewenangannya yang perlu diperbaiki," imbuh pungkasnya. (riz)
Editor : Achmad RW