Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kasus Polwan Bakar Suami di Mojokerto, Potret Pasangan Keluarga Idaman yang Berakhir Tragis Gegara Judi Online

Achmad RW • Jumat, 14 Juni 2024 | 01:40 WIB
Brioru RDW dan Briptu FN saat melangsungkan pernikahannya 2021 lalu
Brioru RDW dan Briptu FN saat melangsungkan pernikahannya 2021 lalu

RadarJombang.id – Kasus polwan bakar suami yang dilakukan Briptu Fadhilatun Nikmah alias Briptu FN kepada suaminya Briptu Rian Dwi Wicaksono alias Briptu RDW, menyisakan kisah tragis.

Terlebih, diketahui keduanya dikenal dan dinilai banyak rekannya sebagai perwujudan couple goals alias pasangan sempurna.

Hal itu, diungkap sejumlah adik kelasnya di SMAN Ploso Jombang.

Orang-orang yang mengenal sosok keduanya masih tak percaya akan peristiwa pilu pada Sabtu (8/6) tersebut.

’’Gak bisa bayangin, padahal Mas ini (Rian) idamannya anak-anak dulu. Mbak Dila ini dulu yang ospek aku,’’ bunyi percakapan di grup WhatsApp salah satu kelompok alumni SMAN Ploso.

Briptu RDW alias yang akrab disapa Rian dan Briptu FN yang akrab disapa Dila, memang sama-sama menempuh pendidikan yang sama di sekolah itu.

Briptu FN, masuk SMAN Ploso tahun 2011 dan lulus 2014, sedangkan Briptu RDW masuk 2012 dan lulus tahun 2015.

”Kalau kata guru-guru senior di sini, katanya keduanya baik, selama sekolah juga baik-baik saja,” ungkap Nur Hidayat, kepala SMAN Ploso.

Guru senior yang pernah mengajar keduanya saling menimpali cerita. Tidak ada kenangan buruk yang diceritakan.

Semuanya hal baik, bahkan keduanya dinilai sebagai siswa yang berprestasi.

”Mereka masuk kepolisian bukan tanpa test dan lewat jalur prestasi tidak, mereka tetap test kok,” ungkapnya.

Titik Romziati, koordinator guru BK SMAN Ploso mengatakan, keduanya merupakan siswa berprestasi masa itu.

Dhila dikenal sebagai sekretaris OSIS yang ramah, diketahui juga sebagai anggota ekstrakurikuler rohis (Rohani islam).

Dalam hal akademik, Dhila juga cukup cerdas, nilainya bagus, dan tidak punya catatan buruk selama menjadi siswa SMAN Ploso.

”27 anak itu menulis surat pendaftaran daftar polisi itu di rumah saya, termasuk Fadhila memang cita-citanya sebagai Polwan makanya kesempatannya di jurusan kebidanan tidak diambil,” jelasnya.

Sementara Briptu Rian sendiri juga dikenal sebagai siswa yang baik. Dia terkenal ramah, dan sopan terhadap guru.

Dalam bidang akademik, memang Rian tidak semoncer Dhila, tapi Rian unggul di bidang non akademik.

Rian aktif di ekstrakurikuler paskirbaka sekolah. Rian juga pernah menjadi anggota paskibraka Kabupaten pada tahun 2014.

”Dua-duanya adalah anggota ekstrakurikuler paskibraka, tapi yang pernah jadi anggota paskibraka kabupaten memang Rian saja, anaknya tinggi gagah gitu,” jelasnya.

Titik juga masih mengingat kesan, ketika ia bertandang ke Jombang untuk keperluan pajak, ia dicegat oleh polisi lalu lintas di Ringin Contong.

”Saya bingung, apa yang salah, ternyata tidak ada yang salah. Polisi tiba-tiba salim, dan menyapa saya, ternyata itu Rian, memang sangat santun dan baik anaknya,” jelasnya.

Rian juga pernah datang ke sekolah setelah menjadi polisi, ia diminta untuk memberikan motivasi untuk adik-adik kelasnya, utamanya dalam bahaya penggunaan rokok vape.

Di lingkungan kerjanya, Dila juga dianggap sebagai sosok polwan yang kalem dan tak neko-neko.

Dia pernah bertugas di Satsabhara (Satuan samapta bhayangkara) sebelum belakangan pindah ke bagian SPKT (sentra pelayanan kepolisian terpadu).

Baca Juga: Sebelum Meninggal Dunia, Briptu Rian Disebut Ingin Beri Surprise Umrah untuk Keluarga

Sementara itu, Rian sempat berdinas di Satlantas Polres Jombang sebelum berdinas di Sat Samapta Polres Jombang. 

Namun, judi online merenggut semuanya dari pasangan serasi nan idaman ini.

Briptu FN, kalap saat mengetahui gaji ke-13 sang suami hanya menyisakan Rp 800 ribu dari asalnya Rp 2,8 juta.

Ia pun marah, karena suaminya itu sejak lama kecanduan judi online yang membuatnya banyak kehilangan uang.

“Almarhum ini sering menghabiskan uang belanja yang harusnya dipakai untuk membiayai hidup ketiga anaknya. Ini dipakai untuk, mohon maaf ini, main judi online,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto.

Hal itu, membuatnya cekcok dengan suami yang dicintainya hingga melahirkan 3 anak.

Ia, memborgol suaminya kemudian membakarnya di garasi Asrama Polisi Kota Mojokerto (8/6) lalu.

Briptu RDW, akhirnya meninggal setelah berjuang melawan luka bakar 96 persen yang dialaminya.

Sementara sang istri, kini dijadikan tersangka dalam kasus KDRT itu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Anak-anak mereka yang masih balita juga terpaksa harus menjalani hari-hari di pusat pelayanan terpadu RS Bhayangkara Polri di Surabaya. (riz)

 

Editor : Achmad RW
#rian #pasangan idaman #Dhila #Briptu Rian Dwi Wicaksono #Briptu Fadhilatun Nikmah #Briptu FN #briptu RDW #keluarga idaman #polwan bakar suami