RadarJombang.id – Kasus polwan bakar suami di Mojokerto hingga kini masih jadi perbincangan hangat publik.
Tak terkecuali lokasi kejadian itu berlangsung, yakni asrama polisi Jl Pahlawan Kota Mojokerto.
Di rumah dinas itulah, Briptu Fadhilatun Nikmah alias Briptu FN kalap hingga tega membakar suaminya Briptu Rian Dwi Wicaksono alias Briptu RDW yang merupakan anggota Sat Samapta Polres Jombang.
Setelah kejadian polwan bakar suami itu, kondisi Asrama Polisi Jalan Pahlawan Kota Mojokerto itu memang relatif tenang, bahkan cenderung sepi.
Sepinya kawasan aspol itu, yak lepas dari penjagaan ketat yang dilakukan sejumlah petugas di lokasi itu.
Ya, lokasi itu kini tak sebebas biasanya. Untuk masuk keluar saja, sejumlah petugas disiagakan di lokasi.
Terdapat personil kepolisian yang menjaga di pintu keluar masuk asrama.
Sejumlah personil dari Satsabhara Polres Mojokerto Kota tampak siaga pada tiga pintu masuk aspol.
Mereka mengenakan seragam komplit perlengkapan pengamanan. Akses juga dilengkapi portal.
’’Itu untuk menjaga keamanan aspol,’’ ungkap Kasatsabhara Polres Mojokerto Kota AKP Anang Leo.
Para personil itu, disebut leo juga disiagakan selama 24 jam di lokasi itu.
Mereka bergantian menjaga dan berkeliling di asrama secara periodik.
’’Kita juga menjaga kenyamanan warga di dalam aspol dan juga menjaga TKP (tempat kejadian perkara),’’ terangnya.
Termasuk, area TKP polwan bakar suami berada di blok J berada di bagian dalam aspol. Akses ke lokasi dibatasi.
Masyarakat umum atau pihak yang tidak berkepentingan dilarang mendekati area tersebut.
Terkait waktu pemberlakuan tersebut, pihaknya akan menjaga hingga proses TKP sudah terbilang aman.
’’Kalau sudah dinilai aman, personil bakal kita tarik,’’ kata dia. (mjk/riz)
Editor : Achmad RW