RadarJombang.id – Kasus polisi bakar polisi dalam prahara rumah tangga membuat banyak guru terkejut.
Baik Briptu RDW alias Rian Dwi Wicaksono maupun Briptu FN alias Fadhilatun Nikmah, keduanya alumni SMAN Ploso, Jombang.
Keduanya sama-sama dikenal sebagai siswa berprestasi, ramah dan santun.
Selama berseragam putih abu-abu, Briptu FN aktif di organisasi sekolah dan ekstrakurikuler.
Titik Romziati, koordinator guru BK SMAN Ploso, Jombang menceritakan, Dhila dikenal sebagai sekretaris OSIS yang ramah.
Selama menjadi siswa juga tergabung dalam anggota ekstrakurikuler rohani Islam (Rohis).
Dalam hal akademik, Dhila juga cukup cerdas, nilainya bagus, dan tidak punya catatan buruk selama menjadi siswa SMAN Ploso.
Briptu Fadhilatun Nikmah lebih tua satu tingkat dari Briptu Rian.
Fadhila masuk SMAN Ploso 2011 dan lulus 2014, sedangkan Rian masuk 2012 dan lulus 2015.
”Kalau kata guru-guru senior di sini, keduanya baik, selama sekolah juga baik-baik saja,” sambung Nur Hidayat Kepala SMAN Ploso.
Untuk diketahui, Briptu Rian Dwi Wicaksono, 27, seorang anggota Sat Samapta Polres Jombang yang dibakar hidup-hidup istrinya sendiri yakni, Briptu Fadhilatun Nikhmah 28.
Baca Juga: Anggota Polres Jombang Dibakar Hidup-hidup Istrinya Sendiri di Mojokerto, Begini Kondisinya
Kejadian itu, berlangsung di Asrama Polisi (Aspol) Polres Mojokerto Kota di Jl Pahlawan Kota Mojokerto Sabtu (8/6) siang.
Sebelum dibakar, keduanya juga sempat cekcok, bahkan korban sempat diborgol hingga tak banyak bisa melakukan perlawanan ketika dibakar.
Jasad korban, dimakamkan dengan prosesi kedinasan di Desa Sumberjo, Kecamatan Plandaan, Jombang. (wen/bin/fid)
Editor : Ainul Hafidz