RadarJombang.id – Kasus anggota Polres Jombang yang tewas usai dibakar istrinya di Mojokerto membuat gempar masyarakat.
Dalam kasus itu, Briptu Rian Dwi Wicaksono, 27, alias Briptu RDW, anggota Sat Samapta Polres Jombang yang jadi korbannya.
Sementara pelakunya, adalah istrinya Briptu Fadhilatul Nikmah, 28, alias Briptu FN polwan Polres Mojokerto Kota.
Berikut beberapa fakta penting dalam kasus ini:
1. Terjadi di Asrama Polisi
Kejadian ini, memang berlangsung di Aspol Polres Mojokerto Kota, sekitar Jl Pahlawan Kota Mojokerto.
Kejadiannya, berlangsung Sabtu (8/6) sekitar pukul 10.30.
Aspol itu merupakan tempat tinggal istrinya sehari-hari karena berdinas di Polres Mojokerto kota.
2. Sempat Ada Cekcok dan Pemborgolan
Sebelum Bripru RDW dibakar hidup-hidup oleh briptu FN sang istri, keduanya sempat terlibat cekcok. Cekcok itu, terjadi di dalam Aspol usai keduanya masuk dan mengunci pintu.
Di dalam aspol itu, sebenarnya ada ketiga anak pelaku dan korban serta pembantunya.
Namun sebelum kejadian nahas itu, anak pelaku dan korban serta pembantunya sudah terlebih dahulu diminta keluar asrama oleh pelaku.
3. Dipicu masalah ekonomi dan Gaji ke-13
Hingga kini, penyebab pasti kejadian pembakaran polisi ini masih berkutat pada gaji ke-13 milik korban.
Siang itu, Briptu FN mengecek ATM milik briptu RDW dan kaget melihat saldonya terkuras.
Gaji ke-13 yang semula Rp 2,8 juta hanya tinggal Rp 800 ribu saja.
Hal itulah yang menyulut kemarahan briptu FN yang kemudian memaksa suaminya itu datang ke Aspol Mojokerto Kota.
4. Korban dibakar dalam kondisi terborgol
Aksi pembakaran yang dilakukan Briptu FN kepada Briptu RDW, terhitung sadis dan kejam.
Ia, terlebih dahulu menyiapkan bensin yang diwadahi dalam botol air mineral.
Saat cekcok, pelaku sempat memborgol tangan suaminya itu di tangga garasi Aspol dalam kondisi Briptu RDW terduduk.
Saat itu pula, pelaku kemudian menyiramkan bensin ke tubuhnya dan membakarnya.
5. Punya 3 anak balita
Nasib tragis, tak saja dirasakan Briptu RDW yang harus kehilangan nyawa.
Tiga anak mereka yang masih balita, setelah ini juga harus terancam kehilangan orang tuanya.
Ya, Bripotu RDW dan Briptu FN, telah 5 tahun terakhir menikah dan dikaruniai 3 orang anak.
Anak pertamanya, baru berusia 4 tahun, sementara anak kedua dan ketiganya merupakan anak kembar yang baru lahir 3 bulan lalu.
6. Sama-sama dikenal pendiam
Meski kasusnya bisa dibilang tragis dan kejam, rupanya pasutri polisi ini sebenarnya dikenal pendiam.
Briptu RDW, dikenal polisi yang pendiam oleh rekannya, ia dikenal tak banyak omong dan tak aneh-aneh.
““Dia ya pendiam anaknya, baik, tidak aneh-aneh menurut saya baik,” ungkap Kasnasin, Kasi Humas Polres Jombang.
Hal yangs erupa, juga dialamatkan kepada Briptu FN yang dikenal rekannya di Polres Mojokerto kota sebagai sosok yang tak pernah terlibat bermasalah.
“dia (Briptu Fadhilatul Nikmah) kalem. Tidak tahu kalau ada masalah yang dipendam," terang salah satu sumber di Polres Mojokerto Kota.
Bahkan, Briptu FN sendri sebenarnya baru saja selesai cuti hamil. Ia, disebut rekannya itu baru masuk dan bekerja dalam dua pekan terakhir ini.
7. Sama-sama warga Jombang
Briptu RDN dan Briptu FN, ternyata sama-sama berasal dari Jombang.
Keduanya memang berdinas di tempat terpisah.
Briptu RDW, merupakan lulusan SMAN Ploso Jombang yang kini berdinas di Sat Samapta Polres Jombang.
Sementara Briptu FN, juga lulusan SMAN Ploso Jombang yang kini berdinas di SPKT Polres Mojokerto Kota.
Untuk diketahui, Briptu RDW, 27, seorang anggota Sat Samapta Polres Jombang yang dibakar hidup-hidup istrinya sendiri yakni Briptu FN, 28.
Kejadian itu, berlangsung di Asrama Polisi (Aspol) Polres Mojokerto Kota di Jl Pahlawan Kota Mojokerto Sabtu (8/6) siang.
Sebelum dibakar, keduanya juga sempat cekcok, bahkan korban sempat diborgol hingga tak banyak bisa melakukan perlawanan ketika dibakar.
Jasad korban, kini telah dimakamkan dengan prosesi kedinasan di Desa Sumberjo, Kecamatan Plandaan, kampung Briptu RDW.
Sementara pelakunya, yakni Briptu FN, masih diamankan dan dalam pemeriksaan petugas. (riz)
Editor : Achmad RW