Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sebagian Proyek Dengan Anggaran Jumbo di Jombang Beralih Gunakan e- Purchasing, Ini Alasannya

Achmad RW • Sabtu, 8 Juni 2024 | 19:25 WIB
Ilustrasi proyek dan lelang proyek
Ilustrasi proyek dan lelang proyek

RadarJombang.id – Hingga memasuki pertengahan tahun, baru ada 10 proyek strategis milik Pemkab Jombang yang masuk lelang.

Sebagian lagi, pemilihan kontraktor berubah arah menggunakan sistem e Purchasing.

Rata-rata proyek strategis di Jombang itu juga memiliki alokasi anggaran jumbo.

Data yang dihimpun, 10 proyek startegis di antaranya peningkatan jalan ruas Mojoagung-Mojoduwur anggaran sebesar Rp 4.769.857.200.

Proyek peningkatan jalan ruas Blimbing-Gudo sebesar Rp 6.167.172.841, peningkatan jalan ruas Cukir-Mojowarno sebesar Rp 4.644.333.928.

Proyek peningkatan jalan ruas Kasemen-Tanggungan sebesar Rp 4.392.319.200.

Proyek peningkatan jalan ruas Kedungjati-Tondowulan Rp 3.467.357.200.

Proyek rehab jembatan Catakgayam-Rejoslamet sebesar Rp 6.569.965.425.

Proyek pembangunan gedung IGD lantai II dan III RSUD Ploso sebesar Rp 6.218.000.000.

Proyek gedung Kecamatan Diwek sebesar Rp 4.631.778.670.

Juga Proyek pengadaan kain seragam gratis SMP/MTs sebesar Rp 2.893.000.000 dan pengadaan kain seragam SD/MI sebesar Rp 2.292.580.000.

Baca Juga: Pemenang Proyek IJD Perbaikan Ruas Jatigedong-Jatibanjar Jombang Sudah Ditetapkan, Ini Detailnya

Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Kabupaten Jombang Joko Murcoyo mengungkapkan, dari 10 proyek strategis itu, tersebar di sejumlah perangkat daerah.

Di antaranya 7 proyek milik dinas PUPR, 2 proyek milik dinas pendidikan dan kebudayaan, dan 1 proyek milik RSUD Ploso.

”Kalau tidak salah ada 4 proyek dinas PUPR yang di e-Purchasing dan 2 proyek dinas P & K itu juga e-Purchasing,” katanya.

Hanya saja, Joko tidak mengetahui pasti proyek mana saja yang dilakukan e-Purchasing.

Saat ini, lanjut Joko, yang sudah masuk lelang di antaranya proyek pembangunan Gedung Kecamatan Diwek, IGD RSUD Jombang, rehab jembatan Catakgayam-Rejoslamet, dan peningkatan jalan ruas Kedungjati-Tondowulan.

Dirinya tidak mengetahui pasti kebijakan apa yang dilakukan dinas teknis yang sebelumnya, rencananya menggunakan sistem lelang, kemudian diganti dengan e-Purchasing.

”Mungkin kontruksi pembangunannya tidak rumit, sehingga tidak melalui PBJ,” pungkas Joko.

Data yang dihimpun, lelang pembangunan gedung IGD lantai 2 RSUD Ploso dimenangkan CV. MELATI KURAI Jl. Guru Tuo No. 4 Puhun Pintu Kabun - Bukit Tinggi (Kota) - Sumatera Barat dengan nilai penawaran sebesar Rp 4.971.604.320,00 dari pagu Rp 6.218.000.000,00.

Sementara, lelang proyek rehabilitasi jembatan Catakgayam-Rejoslamet dimenangkan CV Hikma Karya Jl. KH Mimbar Gg. V, RT 02, RW 03, Desa Jombang, Kecamatan Jombang dengan nilai penawaran sebesar Rp 5.240.181.006,42 dari pagu sebesar Rp. 6.569.965.425,00.

 Saat ini tahapan lelang masih masa sanggah.

Sementara, lelang proyek pembangunan gedung Kecamatan Diwek dengan pagu Rp 4,6 miliar masih tahap pembuktian kualifikasi.

Sementara proyek peningkatan jalan ruas Kedungjati-Tondowulan dengan pagu Rp 3,5 miliar masih tahap pembukaan dokumen penawaran. (yan/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#lelang #Proyek #Jombang #e purchasing