RadarJombang.id – Sebanyak 7.912 siswa sudah mengunggah dokumen utama untuk keperluan PPDB 2024 tingkat SMP.
Pendaftaran periode pendataan PPDB 2024 tingkat SMP berlangsung hingga 12 Juni 2024.
’’Data sementara, 7.912 siswa yang sudah mengunggah dokumen utama yaitu KK (kartu keluarga). Dan itu sudah kami verifikasi semua,’’ kata Kepala Dinas P dan K Jombang, Senen.
Dokumen utama yang dibutuhkan, kartu keluarga dan akta kelahiran.
Dari 7.912 siswa yang sudah mengunggah data, belum semuanya lengkap.
Baru KK sebagai syarat utama pendaftaran periode pendataan.
’’Mungkin ada yang aktanya masih diurus, ada juga yang sudah mengunggahnya,’’ jelasnya
KK dan akta kelahiran menjadi syarat utama bagi siswa yang akan mendaftar SMP Negeri seluruh jalur.
Siswa baru menambahkan dokumen lain sesuai dengan jalur yang akan ditempuh.
Pendafar jalur afirmasi, perlu mengunggah data assesmen fisik, psikologis, akademik, fungsional, sensorik, dan motorik.
’’Syarat itu hanya untuk penyandang disabilitas yang akan mendaftar di jalur afirmasi,’’ ungkapnya.
Sementara siswa yang mendaftar jalur afirmasi, harus mengupload bukti keikutsertaan pada program penanganan keluarga tidak mampu.
Untuk jalur pindah tugas orang tua, harus menyertakan surat pindah tugas dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan.
’’Surat pindah tugas menerangkan tempat tugas lama dan tempat tugas baru. Untuk mendaftar pada periode seleksi melalui jalur perpindahan tugas orang tua/wali,’’ urainya.
Siswa yang akan mendaftar jalur prestasi harus menyertakan surat pernyataan dari kepala SD atau MI.
Intinya menyatakan, dia merupakan siswa terbaik pertama sampai keenam dalam kelas.
Jika punya, bisa menyertakan piagam prestasi kejuaraan baik akademik maupun nonakademik.
Setelah seluruh dokumen lengkap, siswa bakal menerima PIN yang bakal digunakan untuk pendaftaran periode seleksi.
Sementara itu, pendataan siswa SD dan MI yang lulus tahun ini masih terus berjalan. Database SD dan MI yang sudah masuk 24.076 siswa.
Baik yang bersekolah di Jombang maupun siswa yang sekolah di luar Jombang tapi KK Jombang.
Database dibuat menyeluruh, meski tidak berarti seluruh siswa tersebut mendaftar PPDB.
Sebab, tahun lalu, pendataan dilakukan kepada sebagian siswa MI yang bakal masuk SMPN saja.
Sayangnya, di tengah jalan, sejumlah siswa berubah pikiran.
Awalnya berencana masuk MTs tapi batal, namun sudah tidak bisa daftar ke SMPN.
’’Untuk antisipasi hal tersebut, sekarang kita data semua. Kami ambilkan dari Dapodik dan Emis. Entah itu dipakai PPDB atau tidak yang penting datanya masuk dulu," tandasnya,
Senen menyebut, hal Ini dilakukan agar semua siswa punya kesempatan yang sama. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW