RadarJombang.id - Kecelakaan bus yang menimpa rombongan siswa SMP PGRI 1 Wonosari Malang ditindaklanjuti Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim.
TAA Ditlantas Polda Jatim, melakukan olah kejadian perkara di kilometer 694.600 A Tol jombang Mojokerto Rabu (22/5) siang.
Dari hasil olah kejadian perkara itu, bus nahas itu diketahui berkendara dalam kecepatan tinggi.
“Dapat disimpulkan memang bus dalam kecepatan tinggi sebelum kecelakaan itu,” terang Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim Kombes Pol Komarudin
Hal itu, disebutnya dapat dilihat dari temuan jejak rem sepanjang 69 meter sebelum tumbukan kedua kendaraan.
Selain itu, ada juga bekas pengereman sepanjang 188,2 meter sampai akhir kendaraan berhenti.
“Hal itu juga terlihat dalam bukti rekaman CCTV yang sudah dikantongi,” terangnya.
Selain itu, faktor human eror disebutnya juga jadi dugaan penyebab utama kecelakaan maut itu.
Terlebih, sopir bus PO Bimorio yang disopiri Yanto, 32, warga Gembongan, Ponggok, Blitar imengaku sempat mengalami microsleep sebelum akhirnya menabrak truk muatan gerabah itu.
“Pengakuan sementara, dia sempat tertidur hingga bus lari ke kiri hingga menabrak truk,” rinci Komarudin.
Hingga kini, pihaknya menyebut masih terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut kepada sejumlah pihak lain.
“Sudah ada 8 orang yang diperiksa, termasuk sopir truk, sopir bus dan penumpang juga,” imbuhnya.
TAA Ditlantas Polda Jatim, juga disebutnya masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui apakah ada faktor lain yang menyebabkan kecelakaan di luar dfaktor human error.
“Kondisi bus sementara kelengkapan surat ada, KIR juga masih hidup. TAA masih bekerja, manakala ditemukan faktor lain, tidak menutup kemungkinan PO bus akan dipanggil juga nanti,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, bus pariwisata yang membawa rombongan study tour SMP PGRI 1 Wonosari Malang mengalami kecelakaan di KM 694.600 A Tol Jombang Mojokerto.
Bus itu, menabrak bokong sebuah truk nopol N 9674 UH yang sedag membawa gerabah.
Truk ini, sedang disopiri Arif Yulianto, 37, warga Lawang Malang.
Akibat kejadian itu, kondisi bus mengalami kerusakan parah bagian depan.
Dari 51 penumpang bus itu, 14 diantaranya mengalami luka-luka sementara 2 orang yakni kenek bus dan salah satu guru meninggal dunia. (riz)
Editor : Achmad RW