RadarJombang.id - Upaya Pemerintah Kabupaten Jombang di bawah Pj Bupati Jombang Sugiat dalam upaya meningkatkan kemakmuran masyarakat Jombang khususnya petani terus dilakukan melalui kolaborasi multi pihak (multistakeholder).
Bersama Pj Gubernur Jatim, Andhy Karyono, Pj Bupati Jombang, Sugiat, melakukan soft launching Penguatan Korporasi Petani di Desa Pojokkulon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang Selasa, (14/5) pagi.
Dalam rangkaian acara dilakukan kunjungan ke Gudang RSG (Sistem Resi Gudang) PT Thara Jaya Niaga.
Hadir juga dalam acara ini Kepala Kanwil Kemenkumham RI Jatim, Kepala Disperindag Jatim, Kepala Diskop & UKM Jatim, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pro Jatim.
Turut hadir Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Jawa Timur, Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia, dan General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi Jatim.
Sejumlah Kepala OPD Jombang seperti Kepala Bappeda Kab. Jombang, Kadis Pertanian Jombang, Camat Kesamben, Kepala Desa Pojokkulon, pengurus beserta anggota Korporasi Petani dari Koperasi Multi Pihak (KMP) dan Sarana Agro Lestari (Santri) juga hadir.
Dalam acara juga dilakukan cek langsung komoditas pangan yang tersimpan di Gudang RSG PT Thara Jaya Niaga.
Komoditas lain terpantau diantaranya kopi Arabica Wine dari PT Akselerasi Sinergi Usaha Pangan, beras dari Koperasi Produsen Multi Pihak Sarana Agro Lestari, serta kedelai dari PT Aditama Anugerah Abadi.
Selain itu, komoditas minyak goreng juga terpantau cukup milik PT Konsorsium Ekonomi Kerakyatan.
Soft Launching Penguatan Korporasi Petani menurut Pj Bupati Jombang adalah langkah yang tepat.
Terlebih petani Jombang telah memasuki akhir masa panen padi musim penghujan tahun 2023-2024 dengan hasil panen sudah mencapai 90% lebih.
Baca Juga: Launching 'Ngobati Embek Ngowos' Pj Bupati Sugiat Kenalkan Potensi Lokal Termasuk Kopi Wonosalam
Sugiat juga menyampaikan bahwa Kabupaten Jombang adalah salah satu penyangga kebutuhan pangan baik regional maupun nasional.
Menurut perhitungan, setiap tahun Kabupaten Jombang mengalami surplus beras diatas 100.000 ton.
Lebih lanjut Sugiat menyampaikan bahwa ada situasi anomali. Dimana secara hitungan, harusnya produksi melebihi konsumsi.
Namun, beras justru menjadi salah satu pemicu inflasi.
Karena itu, kegiatan Soft Launching Penguatan Korporasi Petani ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, ketahanan pangan, dan pengendalian inflasi daerah.
"Acara hari ini benar-benar sesuai dengan tantangan yang kita hadapi bersama," jelas Sugiat.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Pj Gubernur Jatim oleh Sugiat karena Kabupaten Jombang dipilih menjadi sebagai pilot project pengembangan korporasi petani, saat ini.
"Apa yang kita lakukan bersama pada hari ini, sejalan dengan tema besar Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jombang tahun 2025, yakni Hilirisasi Agrobisnis," tambah Sugiat.
Sebagai komitmen dukungan terhadap upaya hilirisasi agrobisnis, Kabupaten Jombang sudah memasukkan anggaran sejumlah Rp 3 miliar.
Anggaran itu digunakan untuk sarana dan pembinaan Koperasi Multi Pihak (KMP) dan Sarana Agro Lestari (Santri) pada tahun 2025.
Inovasi Gerdu Mapan, Mulih Nggowo Gabah
Sugiat juga menyampaikan terkait upaya pengendalian inflasi yang merupakan mandat pokok dari pemerintah pusat kepada dirinya yang terus diperjuangkan.
Terkait manajemen komoditas beras, Kabupaten Jombang juga sedang menjalankan satu inovasi yakni Gerakan Terpadu Mandiri Pangan (Gerdu Mapan).
Ini adalah sebuah gerakan untuk mengedukasi, mendorong, dan menjalankan kegiatan mulih nggowo gabah.
Pemkab Jombang terus memotivasi dan memberikan dukungan ke petani.
Termasuk melakukan edukasi kepada para petani agar giat menanam padi.
Edukasi bertujuan agar para petani membawa pulang sebagian hasil panen padinya untuk kebutuhan pangan di rumah.
Untuk mengelola hal itu Pemkab Jombang juga telah menerbitkan Perbup Nomor 26 Tahun 2024 tentang Gerakan Terpadu Mandiri Pangan.
"Diharapkan dengan adanya gerakan ini, para petani bisa mencukupi kebutuhan pangan sendiri, mengurangi belanja beras, dan bisa mengerem laju inflasi karena beras", jelas Sugiat.
Sugiat berharap kepada para pengurus dan anggota KMP Santri, untuk menjawab dengan prestasi adanya dukungan pemerintah baik pusat, provinsi, maupun kabupaten.
Terutama dengan kerja keras, kerja yang giat untuk sukses meningkatkan pendapatan, menjaga stok pangan, dan pengendalian inflasi.
"Besar harapan kami, Pemprov Jawa Timur bisa terus mendukung perluasan pasar, juga terus mendukung peningkatan dan perbaikan sarana Koperasi Multi Pihak (KMP) dan Sarana Agro Lestari (Santri)," jelas Pj Bupati.
Dalam sambutannya Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono sangat mengapresiasi langkah Pj Bupati Jombang.
"Pak Pj Bupati Jombang, Pak Sugiat, terima kasih ternyata sudah inline," ungkapnya.
Hal itu, disebut Pj Gubernur Jatim bisa dilihat dari dua hal.
"Pertama dari budgeting sudah dialokasikan khusus untuk Korporasi Petani. Tadi Pak Pj Bupati Sugiat juga mensupport dengan anggaran Rp 3 miliar. Berikutnya mungkin bisa menjadi Rp 30 miliar ," imbuhnya.
Sementara yang kedua juga terkait gerakan pangan mandiri ini betul.
"Salah satu persoalan kita ketahanan pangan dan kemandirian dari keluarga untuk bisa memperoleh pangan," kata Adhy Karyono.
Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono juga menyampaikan Kabupaten Jombang memang sudah punya potensi sebagai pusat ketahanan pangan.
"Gapoktannya (Gabungan Kelompok Tani) luar biasa bersatu dan menjadikan kemudahan untuk Jawa Timur dan Jombang pada khususnya.
Pj Gubernur Jatim Doakan Sugiat Jadi Bupati Berikutnya
Pj Gubernur Jatim juga menyampaikan terima kasihnya atas kolaborasi gayung bersambut antara Pemprov Jatim dan Pemkab Jombang dalam upaya memajukan korporasi petani.
Pj Gubernur Jatim juga mendoakan agar Sugiat Pj Bupati Jombang saat ini bisa lanjut jadi Bupati Jombang berikutnya.
“Terima kasih Pak Sugiat, kalau berhasil mungkin bisa nambah masa jabatan. Atau bisa jadi Pj-nya hilang (menjadi bupati)", kelakar Adhy Karyono, disambut tepuk tangan undangan yang hadir.
Jawa Timur, disebutnya merupakan salah satu Provinsi penghasil beras terbanyak di Indonesia.
Jawa timur, juga memiliki komitmen kuat menjadi lumbung pangan dan pusat ketahanan pangan Indonesia serta memiliki visi mendunia.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengemas beras produksi petani Jawa Timur dengan brand Jatim Cetar.
Sebagaimana diketahui, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras Jatim Cetar medium di Pulau Jawa, Lampung, Bali dan Nusa Tenggara Barat mecapai Rp 10.900,00.
Sedangkan untuk beras premium Rp 13.900,00.
HET beras Jatim Cetar medium di Aceh Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan mencapai Rp 11.500,00.
Sedangkan untuk beras premium Rp 14.400,00.
HET beras Jatim Cetar medium di Maluku dan Papua mencapai Rp 11.800,00.
Sedangkan untuk beras premium Rp 14.800,00.
Beras medium dikemas dengan warna merah bata, sedangkan beras premium dikemas dengan warna hijau tua.
Dalam Soft Launching juga dilakukan pelepasan pengiriman perdana "Beras Jatim Cetar" dari Korporasi Petani Santri ke PT Jatim Graha Utama (BUMD) Jawa Timur oleh Pj Gubernur Jawa Timur didampingi Pj Bupati Jombang Sugiat. (*/riz)
Editor : Achmad RW