RadarJombang.id - Pembongkaran cor beton jalan nasional di Peterongan Jombang mengungkap kondisi dan kualitas rendah proyek ini.
Proyek yang menyedot APBN 2018 mencapai Rp 46 miliar itu, terlihat rapuh dan benar-benar berkualitas rendah.
Hal ini, bisa terungkap dari kegiatan pembongkaran jalan cor yang dilakukan Satker PJN Wilayah IV Kementerian PUPR, Selasa (30/4).
Pantauan di lokasi, terlihat pekerja mendatangkan alat berat untuk membongkar jalan cor di perbatasan Desa Keplaksari dan Desa Kepuhkembeng.
Salah satu yang menjadi rasan-rasan warga, yakni minimnya pasangan besi bertulang pada tiap-tiap segmen cor.
”Kondisinya sama kayak yang tahun lalu, ternyata terbukti tidak ada besi tulangannya,” ungkap Dwi Edy, 30, warga di lokasi.
Besi, hanya terlihat dipasang pada sambungan antarsegmen cor yang dan beberapa bagian lain.
Itupun ukurannya sangat kecil dan dinilai tak layak untuk proyek jalan nasional yang dilewati kendaraan dengan tonase besar.
”Kayak naik kuda kalau lewat jalan ini dulunya. Ternyata penyebabnya ya tidak ada besinya, kualitasnya jadi rendah banget,” bebernya.
Ia menduga ada yang tidak beres dalam pengerjaan proyek jalan nasional yang dikerjakan sekitar akhir 2018 lalu.
Pagu anggaran proyek rekonstruksi rigid beton ruas Peterongan-Jombang itu berasal dari APBN tahun 2018 mencapai sebesar Rp 66.086.950.000.
Dalam proses lelang dimenangkan PT Timbul Persada Jl Pramuka Sidorejo, Tuban, Jawa Timur, dengan penawaran sebesar Rp 46.428.280.000.
”Yang tahun kemarin juga sama, pembongkaran yang baratnya flyover besinya kecil, bahkan nyaris tidak ada, yang di timur flyover kemarin juga sama,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Jalan Nasional dari Satker PJN Wilayah IV Kementerian PUPR Siti Sekar Gondo Arum enggan berkomentar banyak perihal kondisi itu.
”Wah kalau soal bangunan yang sekarang dibongkar (tanpa besi, Red) saya tidak berkomentar ya mas, lebih baik saya bertstatemen perihal yang sekarang dikerjakan saja,” ungkapnya.
Sekar juga menolak berkomentar saat disinggung terkait teknis pekerjaan proyek jalan naional dikerjakan 2018 yang dinilai berkualitas rendah.
”Yang jelas sekarang sudah dibongkar, nantinya akan diambil semua cor betonnya, kemudian diganti perkerasan aspal,” pungkasnya.
Saat dikonfirmasi, Andi perwakilan dari PT Timbul Persada belum bisa tersambung.
Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon ke nomor selulernya belum tersambung. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW