Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pemdes Tugusumberjo, Peterongan Jombang Tengah Fokus Tuntaskan Pembangunan Infrastruktur Pertanian di Desanya

Anggi Fridianto • Kamis, 2 Mei 2024 | 13:10 WIB
Bayu Hari Satrio Sekdes Tugusumberjo dan Ahmad Fauzi Kaur Perencanaan menunjukkan pembangunan  saluran irigasi yang telah dikerjakan.
Bayu Hari Satrio Sekdes Tugusumberjo dan Ahmad Fauzi Kaur Perencanaan menunjukkan pembangunan saluran irigasi yang telah dikerjakan.

RadarJombang.id – Pembangunan infrastruktur pertanian di Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan, semakin maju.

Selama 2023, Pemdes Tugusumberjo telah menuntaskan pembangunan infrastruktur pertanian di enam titik.

Kepala Desa Tugusumberjo As’ad menjelaskan, total kepala keluarga (KK) di Desa Tugusumberjo tercatat ada 2.858 KK dengan total 7.504 jiwa.

Dari jumlah itu 65 persen mayoritas masyarakatnya bekerja di bidang pertanian.

”Untuk itu kita komitmen meningkatkan pembangunan infrastruktur di bidang pertanian guna meningkatkan produktivitas petani,’’ ujarnya kemarin.

Selama 2023, ada enam titik yang telah dibangun dari anggaran dana desa (DD) dan program Jombang Berkadang. Masing-masing adalah:

1, Saluran irigasi di Dusun Tugu dari dana desa (DD)

2. Rabat beton di Dusun Gading dari DD

3. Pembangunan Jalan usaha tani (JUT) dari program Jombang Berkadang

4. Saluran drainase di Dusun Nglajur dari DD

5. Rabat beton berupa jalan usaha tani

6. Saluran drainase di Dusun Ngudi dari DD.

”Wilayah kami terbagi lima dusun. Masing masing Dusun Budug, Gading, Nglajur, Tugu, Ngudi. Alhamdulillah pembangunan infrastruktur terus kita kerjakan,’’ jelas dia.

Salah satu tujuan pembangunan infrastruktur pertanian itu sebagai wujud kepedulian terhadap petani.

”Ini sekaligus mengembangkan dan mempermudah akses petani, agar hasil panen semakin meningkat,’’ tegasnya.

Ia lantas memberi contoh di Dusun Nglajur, sebelum ada jalan usaha tani, harga gabah kering giling dijual lebih rendah karena akses untuk mengangkut pertanian sulit.

Kini, setelah ada jalan rabat beton, alat pertanian dan armada pengangkut hasil panen bisa lewat dengan mudah.

”Ini semakin meningkatkan harga jual panen,’’ tandas As’ad.

Ia berharap dari program itu dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat agar semakin berkembang.

”Harapan kami perekonomian di desa kami semakin berkembang dan maju,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#peterongan #Jombang #Pembangunan #Tugusumberjo #Pertanian #Pemdes #INFRASTRUKTUR #Desa