RadarJombang.id - Pengasuh Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hafidz, Trawasan, Sumobito, Ustad M Hafidz Alhafiz, menjelaskan 3 amalan yang bisa membantu meringankan hisab.
3 amalan yang bisa membantu meringankan hisab itu, disebutnya saat khotbah di Masjid Satlantas Polres Jombang, Jumat (19/4).
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ada tiga golongan yang akan dihisab Allah SWT dengan hisab yang sangat ringan serta akan dimasukkan ke surga atas rahmat-Nya,’’ tuturnya.
Pertama, orang yang mau memberi kepada orang yang tidak mau memberi.
Memberi kepada orang yang memberi kepada kita itu biasa.
Tapi memberi kepada orang yang tidak mau memberi itu luar biasa.
Sehingga tidak semua orang bisa melaksanakannya.
Dalam QS Fussilat 34 ditegaskan;
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
Suatu ketika, ada orang yang tokonya tiap malam dilempari kotoran. Si pemilik tiap pagi mendapati tokoh penuh kotoran.
Dia lantas mengintip di malam hari. Guna melihat siapa orang yang melempari kotoran.
Baca Juga: Binrohtal 2.150, Salah Satu Hasil Tempaan Ramadan Adalah Selalu Merasa Diawasi Allah
Di luar dugaan, ternyata yang melempari masih punya hubungan kerabat dengannya.
Esoknya, dia mengutus anak pertama untuk berkirim makanan kepada orang yang biasa melempari kotoran.
Pekan depannya, dia mengutus anak kedua untuk mengirim makanan.
Pekan ketiga, dia menyuruh anak ketiga untuk berkirim makanan. Sehingga setelahnya, orang tersebut tidak lagi melempari kotoran ke tokonya.
Kedua, menyambung silaturahmi kepada orang yang telah memutuskan hubungan.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda;
Yang disebut menyambung silaturahmi bukanlah mendatangi orang yang mau datang kepada kita.
Tetapi mendatangi orang yang memutus hubungan dengan kita.
Izrail menjawab; ’’Sepulang bertamu darimu, mereka melanjutkan perjalanan untuk bersilaturahmi, maka Allah SWT memanjangkan umurnya 20 tahun.
Ketiga, memaafkan orang yang telah menganiaya kita. Ini sangat berat dilakukan.
Makanya pahala yang diberikan juga besar. Memaafkan orang yang telah menganiaya kita merupakan keberanian diri untuk menundukkan rasa sombong.
Serta wujud menerima kekurangan orang lain yang telah menganiaya.
Juga menandakan dia lebih memilih ampunan Allah SWT dibanding membalas. Sebagaimana disebutkan dalam QS Assyura 40:
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas tanggungan Allah SWT.
Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW