RadarJombang.id – Sampai pekan ketiga April, proses lelang proyek di Bagian Pengadaan Barang Dan Jasa Pemkab Jombang masih sepi.
Dari pantauan di laman LPSE Jombang, setidaknya baru sebanyak tujuh paket proyek naik lelang.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Jombang Joko Murcoyo mengatakan, saat ini ada 17 dokumen paket yang diterima pihaknya dari OPD terkait.
Meliputi 8 paket dari dinas PUPR, 7 paket dinas P dan K (Pendidikan dan Kebudayaan), dan 2 paket milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang.
”Jadi, setelah di-review teman-teman tim pokja, Jumat kemarin sudah ada pra-pendampingan,” kata Joko.
Dijelaskan, belasan paket itu menunggu tahapan tuntas hingga nantinya naik lelang.
”Karena ada koreksi atau masukan teman-teman pokja baru kita lakukan pendampingan dengan APH,” imbuh dia.
Meski begitu, menurut Joko, saat ini terdapat tujuh paket yang sudah ditender.
Empat paket di antaranya baru saja naik lelang minggu ini.
”Sedangkan tiga paket tahapannya sudah penandatanganan kontrak,” imbuh dia.
Diakui, dari belasan dokumen yang masuk ke pihaknya, sampai saat ini belum ada satupun paket proyek srategis daerah sudah naik lelang.
Baca Juga: Pra Pendampingan untuk 7 Proyek Rehab SMP Negeri di Jombang Segera Dilakukan, Simak Jadwalnya
Sebab, selain menunggu kelengkapan berkas, tahapannya di masing-masing OPD juga belum tuntas.
”Karena begini, setelah dikirim ke kami harus diprobity audit inspektorat, lalu ada lagi review kontrak dari bagian hukum,” ujar Joko.
Menurut dia, itu harus dilakukan karena menjadi salah satu item yang harus dicukupi.
”Karena ketentuan yang harus dicukupi dari MCP KPK begitu,” ujar Joko.
Seperti diketahui, pemkab sudah menetapkan 10 paket masuk proyek strategis daerah 2024.
Pagu anggaran untuk sejumlah proyek stategis daerah itu mencapai Rp 46 miliar, rinciannya:
1. Proyek peningkatan jalan Mojoagung-Mojoduwur pagu anggarannya Rp 4,7 miliar.
2. Peningkatan jalan Blimbing-Gudo Rp 6,1 miliar
3. Peningkatan jalan Cukir-Mojowarno Rp 4,6 miliar.
4. Peningkatan jalan Kasemen-Tanggungan Rp 4,3 miliar.
5. Peningkatan jalan Kedungjati-Tondowulan Rp 3,4 miliar.
6. Rehab jembatan Catakgayam-Rejoslamet Rp 6,5 milar.
7. Pembangunan gedung IGD lantai dua dan tiga RSUD Ploso Rp 6,2 miliar.
8. Pembangunan gedung kantor Kecamatan Diwek Rp 4,6 miliar.
9. Pengadaan kain seragam gratis siswa SD/MI Rp 2,2 miliar
10. Pengadaan kain seragam gratis siswa SMP/MTs dengan pagu anggaran sebesar Rp 2,8 miliar.
Dari 10 paket itu, hanya dua paket saja, yakni pengadaan kain seragam gratis tak dilelang karena memakai sistem e-katalog. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW