RadarJombang.id – Penanganan sejumlah Penerangan Jalan Umum (PJU) terdampak bencana angin kencang di sepanjang jalan kabupaten tepatnya ruas Plosogeneng-Mojokrapak hingga kini belum juga jelas.
Hingga nyaris satu bulan berlalu, sebagian PJU masih padam dan dibiarkan roboh tanpa penanganan.
Pantauan di lokasi Sabtu (20/4) siang, kondisi kerusakan PJU di lokasi ini masih terlihat sama dengan tiga pekan lalu.
Dari 5 PJU yang terdampak kerusakan di sepanjang tanggul sekunder Gude Denanyar Dusun Plosogerang, Desa Plosogeneng ini, kondisinya masih belum berfungsi.
2 PJU, kondisinya juga masih miring dengan kabel putus.
Sementara 1 PJU, bahkan masih dibiarkan dalam kondisi ambruk.
“Belum ada perbaikan, sampai sekarang masih gelap gulita kalau malam,” ungkap Lukman, 32, warga setempat.
Ia menjelaskan, tak berfungsinya PJU itu juga dinilainya sangat membahayakan.
Terlebih, perbaikan bahu jalan dan talud yang ambrol juga belum sepenuhnya rampung dilakukan.
“Jalannya menyempit, ada material batu juga, ini ditambah PJU tidak fungsi jadi makin membahayakan,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Budi Winarno membenarkan jika masih terdapat kerusakan PJU di ruas jalan itu.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Ada Sejumlah PJU di Jalan Provinsi di Jombang Padam, Ini Kata Dishub Jombang
“Ya, jadi memang itu asetnya kabupaten, dan kita sudah dapat laporan juga perihal kerusakan itu,” ungkapnya melalui Kabid Lalu Lintas Johan Kartika.
Johan menyebut, pihaknya baru akan segera melakukan kroscek lokasi untuk memastikan dan memetakan jumlah pasti dan kondisi kerusakannya.
“Kami akan kroscek dulu, setelah itu ya diperbaiki nanti,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang melanda Dusun Bulak, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang Jumat (29/3) sore.
Akibatnya, sejumlah pohon tumbang, beberapa rumah dan fasum jalan rusak. (riz/ang/riz)
Editor : Achmad RW