Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

9 dari 10 Korban Meninggal Dunia DBD di Jombang Adalah Anak-Anak, Sekolah Diminta Ikut Tanggap dan Responsif Cegah DBD

Achmad RW • Sabtu, 16 Maret 2024 | 19:17 WIB
Ilustrasi waspada kasus DBD
Ilustrasi waspada kasus DBD

RadarJombang.id - Data yang dihimpun RadarJombang.id menyebutkan, 9 dari 10 orang yang meninggal karena DBD di Jombang adalah anak-anak. 

Banyaknya anak yang terkena DBD, mendapatkan respons dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

Dinas P dan K Jombang meminta seluruh sekolah wajib terlibat aktif dalam pencegahan dan mengatasi DBD.

Hal itu disampaikan Senen kepala Dinas P dan K, melalui surat edaran.

Surat edaran itu, sudah diberikan kepada kepala SMP negeri dan swasta, koordinator wilayah kerja pendidikan kecamatan, kepala sanggar kegiatan belajar (SKB) se Kabupaten Jombang.

”Kami berharap, sekolah melibatkan siswa secara aktif menanggulangi DBD, dengan melakukan PSN rutin,” ungkap Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

Bnyaknya anak jdi korban DBD itu membuatnya prihatin, bahkan dalam satu sekolah, ada lebih dari satu siswa yang terkena DBD dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

”Ada beberapa yang meninggal kemarin yaitu siswa SD Plus Darul Ulum, SDIT Ar Ruhul Jadid juga, antisipasi harus lebih digalakkan di sekolah-sekolah yang siswanya sudah kena DBD,” jelasnya.

Ditanya berapa sekolah yang melaporkan terkait siswanya yang terkena DBD, Senen mengaku tak mendapatkan laporan, kecuali sekolah yang siswanya meninggal karena DBD.

”Kami tidak dapat laporan tentang itu, hanya saja antisipasi harus dilakukan di semua sekolah, untuk berjaga-jaga,” katanya.

Ia meminta sekolah melakukan pencegahan dengan melaksanakan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat).

Baca Juga: Dua Kecamatan di Jombang Jadi Atensi Khusus Pemerintah Karena Lebih dari 10 Warganya Terjangkit DBD, Ini Rinciannya

Selain itu, sekolah juga diminta melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) minimal seminggu sekali.

Kegiatan itu, diharapkan melibatkan siswa secara aktif sebagai pemantau jentik, dan meminta sekolah melakukan fogging secara mandiri.

 ”Kami juga imbau siswa untuk melakukan pencegahan diri dengan mengoleskan lotion antinyamuk sebelum berangkat sekolah, itu bagian dari menjaga,” pungkasnya. (wen/naz/riz)

Editor : Achmad RW