RadarJombang.id – Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali memakan korban jiwa di kabupaten Jombang.
Seorang anak asal Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang meninggal pada Kamis (14/3) di RSUD Jombang karena DBD.
Dengan itu, jumlah pasien meninggal dunia akibat CBC di Jombang sudah ada 10 orang.
”Ya betul, ada anak A usia 6 tahun yang meninggal Kamis pukul 12.55 WIB,” kata Direktur RSUD Jombang dr Ma’murotus Sa’diyah.
Ia menambahkan, A merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Peterongan.
Ia dibawa ke RSUD pada 13 Maret pukul 14.45 dalam kondisi Dengue Shock Syndrome (DSS). ”Dia DSS hari kelima dibawa ke RSUD Jombang,” ungkapnya.
Hingga kemarin, total sudah ada 10 pasien yang meninggal karena DBD. Seluruhnya merupakan pasien RSUD Jombang.
9 pasien di antaranya meninggal pada Februari, dan 1 meninggal Maret.
Kasus DBD di Jombang belum mereda, masih ada 23 pasien yang dirawat di RSUD Jombang. Di antaranya 3 orang dewasa, 20 anak-anak.
Sebanyak 13 pasien anak dirawat di ruang Srikandi dan delapan anak masih memerlukan perawatan intensif di ruang PICU.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Jombang Syaiful Anwar membenarkan jika satu pasien DBD meninggal setelah sehari mendapatkan perawatan di RSUD Jombang.
Sepanjang 2024, ada 390 warga yang terserang IVD, dan 148 di antaranya dinyatakan positif DBD.
”Yang 10 meninggal dunia, puncaknya sudah pada Februari kemarin, tapi harus tetap waspada,” jelasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW