Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 183, Pentingnya Menjaga Sikap Hati yang Benar

Rojiful Mamduh • Minggu, 10 Maret 2024 | 14:30 WIB
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan

RadarJombang.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, tentang pentingnya menjaga sikap hati yang benar.

’’Apapun juga yang kamu perbuat, "perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan" dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa "dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah." Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya,’’ tuturnya mengutip Kolose 3:23,24.

Sebuah nasihat dan pencerahan yang baik dari Rasul Paulus dalam hal sikap hati saat bekerja.

Ternyata bukan hanya pada zaman ini saja orang yang bekerja giat hanya saat dihadapan tuannya dan tidak dengan tulus hati.

Pada zaman Rasul Paulus ternyata ada juga orang-orang yang bekerja (melayani) hanya untuk menyenangkan tuannya, tidak dengan tulus hati.

Kalau dihubungkan dengan ayat 23, maka hamba-hamba tersebut melakukan seperti itu untuk mendapatkan upah yang lebih dari tuannya.

Sehingga Paulus memberikan satu penekanan, apakah kita bekerja, melayani atau yang lainnya sesungguhnya upahnya kita peroleh dari Tuhan.

Itu sebabnya mengapa ini perlu kita pelajari? Karena banyak orang percaya membedakan perkara kerohanian dengan masalah bekerja.

Bahkan ada orang yang punya prinsip bahwa dalam dunia kerja, jangan dihubungkan dengan hal-hal yang rohani. Jelaslah hal ini tidak sejalan dengan kebenaran Firman Tuhan.

Alkitab mengajarkan kepada setiap kita orang percaya tentang prinsip-prinsip yang mendasar, yaitu sikap hati yang benar dalam hal bekerja.

Yang pertama adalah kesungguhan, bersungguh-sungguh dalam bekerja.

Baca Juga: Renungan Minggu 180, Menikmati Kebaikan Tuhan

Bersungguh-sungguh artinya "melakukan sesuatu dengan segenap hati, pikiran, tenaga dan kemampuan di dalam semangat dan rasa penuh tanggung jawab". Inilah yang dikehendaki Tuhan!

Kemudian yang kedua, kerjakan seperti kepada Tuhan. Efesus 6:5-8, Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus.

Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah.

Dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.

Taati pemimpin di tempat kita bekerja dengan takut dan gentar dan dengan tulus hati.

Dilanjutkan dengan kalimat ’’Seperti kamu taat kepada Kristus.’’ Kenapa ini begitu penting dan harus kita perhatikan?

Karena sering sekali orang melakukan sesuatu pekerjaannya dengan baik hanya pada saat tuan/pemimpinnya melihatnya.

Sebaliknya, apabila tidak dilihat pemimpinnya maka tidak dikerjakan dengan takut dan gentar serta tulus hati.

"Ketulusan hati" berbicara tentang kemurnian hati dalam mengemban tugas dan tanggung jawab, tidak punya motivasi yang terselubung selain daripada memuliakan dan menyenangkan hati Tuhan.

Paulus menasihatkan "untuk menganggap semua pekerjaan sebagai suatu pelayanan kepada Tuhan."

Jadi kita harus bekerja seakan-akan Kristus adalah majikan kita, dengan mengetahui bahwa semua pekerjaan yang diperbuat "untuk Tuhan" kelak akan mendapat upahnya.

Baca Juga: Renungan Minggu 176, Bersabar Menunggu Pertolongan Tuhan

’’Pastikan bagi setiap kita, kalau kita diizinkan untuk bekerja, baiklah kita sungguh-sungguh melakukannya sehingga Tuhan dimuliakan dan Tuhan memberikan upah kepada kita lebih dari apa yang bisa kita dapatkan melalui pekerjaan kita. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/riz)

 

Editor : Achmad RW
#GPdI House of Prayer Sawahan #benar #hati #Pendeta Petrus Harianto #sikap