RadarJombang.id - Meski warga sempat panik karena tanah gerak yang merusak sejumlah rumah di Wonosalam, Jombang, kejadian itu sebenarnya bukan hal baru.
Retaknya rumah warga akibat tanah gerak di Wonosalam, Jombang itu, memang sudah beberapa tahun terakhir berlangsung.
Bahkan, penelitian sudah sempat dilakukan BPBD Jombang tahun 2023 lalu soal gentingnya peristiwa tanah gerak itu.
Kepala Desa Sambirejo, Sungkono menyebut kejadian yang menimpa warganya itu sebenarnya bukanlah hal baru.
Kerusakan rumah dan pergeseran tanag di deanya, sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.
“Jadi sebelumnya memang sudah ada retakan, sudah pernah disurvei dan diteliti juga kan dulu, memang posisinya tanah gerak dan ada lereng di belakangnya,” terangnya.
Hasil penelitian itu, menyebutkan jika lokasi itu adalah lokasi yang berbahaya dan tak layak dihuni.
Penelitian itu, juga menyebut warga diarahkan untuk segera bergeser atau pindah dari lokasi itu.
“Tapi ternyata sebelum pindah sudah kejadian duluan rumah-rumah rusaknya,” lontarnya.
Pihaknya juga memastikan, sejumlah rumah yang rusak itu seluruhnya juga adalah rumah yang dulu mendapat penelitian karena kondisinya yang sudah retak.
"Seluruhnya titik yang sama, lokasinya semuanya berkumpul di RT 3 RW 4 Dukuh Sumberlamong," rincinya.
Baca Juga: Rumah Warga yang Retak di Wonosalam Mulai Dipasang EWS
Dari data yang dimilikinya, ada 10 rumah yang terdampak tanah bergerak itu.
Seluruh penghuninya pun kini harus mengungsi karena rumahnya tak bisa lagi dihuni.
“Yang terdampak 10 rumah yang 12 KK, total 34 orang yang kini mengungsi di tempat saudaranya untuk sementara,” imbuhnya. (riz/bin/riz)
Editor : Achmad RW