Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Toriqoh 288, Lima Hal Lebih Utama Dari Hal Lain

Rojiful Mamduh • Selasa, 5 Maret 2024 | 14:30 WIB
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan

RadarJombang.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso, KH Cholil Dahlan, menjelaskan lima hal lebih utama.

Sebagaimana nasihat yang disampaikan Umar bin Khattab radiyallahu anhu.

’’Pertama, aku melihat semua teman karib, maka aku tidak melihat teman karib yang lebih utama daripada memelihara ucapan,’’ tuturnya.

Teman karib yang lebih utama adalah memeliharan lisan. Teman karib selalu membantu temannya.

Nah, teman yang paling menolong adalah menjaga lisan. Keselamatan seseorang tergantung kemampuannya menjaga lisan.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Dua hal yang paling banyak menyebabkan masuk neraka yakni lisan dan kemaluan. Kemaluan karena zina.

Lisan karena berkata bohong, sumpah palsu, fitnah, mengadu domba, serta membicarakan aib orang lain.

Rasulullah berpesan; Barangsiapa beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, maka hendaklah berkata baik atau diam.

’’Termasuk lisan adalah tulisan,’’ terangnya. Orang yang menulis keburukan, akan terus dapat kiriman dosa ketika tulisan itu dibaca.

Sebaliknya, orang yang nulis kebaikan, akan terus dapat kiriman pahala ketika tulisan itu dibaca.

Kedua, aku melihat semua pakaian, maka aku tidak melihat pakaian yang utama daripada wirai. Pakaian yang lebih utama adalah takwa.

Baca Juga: Toriqoh 285, Cepat-Cepat Menikah

Ibrahim bin Adham berkata; Wirai ialah meninggalkan setiap yang subhat. Sedangkan meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat disebut meninggalkan kelebihan-kelebihan.

Rasullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Lakukanlah wirai, maka anda menjadi orang yang paling tinggi ibadahnya.

Ketiga, aku melihat semua harta benda, maka aku tidak melihat harta benda yang lebih utama daripada qanaah alias sifat menerima apa adanya.

Orang qanaah tidak melihat perkara yang tidak ada. Dia merasa cukup dengan perkara yang ada.

Rasulullah bersabda; Jadilah kamu orang yang wirai, niscaya menjadi orang yang paling beribadah. Jadilah kamu orang yang qanaah, niscaya kamu menjadi orang yang bersyukur.

Cintailah untuk orang lain apa-apa yang kamu cintai untuk dirimu sendiri, niscaya kamu menjadi orang mukmin yang paling sempurna.

Berbuat baiklah dalam bertetangga dengan orang yang menjadi tetanggamu, niscaya kamu menjadi orang muslim yang sempurna.

Dan sedikitlah tertawa, karena banyak tertawa itu akan menjadikan hati mati.

Keempat, aku melihat semua kebaikan, maka aku tidak melihat kebaikan yang lebih utama daripada nasihat. Yaitu benar dalam perbuatan.

Kebaikan ada dua macam, pemberian dan makruf (kebajikan). Pemberian yakni berderma dengan mengorbankan harta di jalan yang terpuji tanpa ada maksud agar diganti.

Rasulullah bersabda: Hati tertarik karena cinta kepada orang yang telah berbuat baik kepadanya dan membenci kepada orang yang telah berbuat jelek kepadanya.

Di dalam kebaikan terdapat kerelaan manusia dan di dalam takwa terdapat kerelaan Allah SWT.

Baca Juga: Toriqoh 282, Mengapa Salat Itu Sangat Penting?

Barangsiapa yang telah mengumpulkan keduanya, maka kebahagiaanya telah sempurna dan nikmatnya telah meliputi.

Makruf (kebajikan) terdiri atas dua macam. Pertama ucapan, manis ucapannya dan baik pribadinya.

Kedua perbuatan, memberikan penghormatan dan menolong orang yang tertimpa bencana.

Kelima, aku melihat semua makanan, maka aku tidak melihat makanan yang lebih lezat daripada sabar.  Sabar terdiri atas tiga rukun.

Pertama, menahan nafsu. Kedua, menerima takdir Allah SWT. Ketiga, menahan dari ucapan yang jelek dan menahan anggota badan dari menempeleng, merobek-robek saku, menjerit-jerit, mencoreng-coreng muka dan meletakkan tanah di atas kepala.

Sabar terdiri atas beberapa bagian. Sabar terhadap perkara yang diusahakan. Sabar melaksanakan perintah Allah SWT.

Sabar meninggalkan larangan-Nya. Serta sabar terhadap perkara yang tidak diusahakan dan menanggung takdir Allah SWT.

Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.

Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka akan akan bisa melaksanakan kelimanya. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#hal #Toriqoh #lebih utama