Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Korban DBD di Jombang Terus Bertambah, Sehari 2 Nyawa Bocah Melayang Terindikasi DBD

Achmad RW • Jumat, 1 Maret 2024 | 13:10 WIB

 

Ilustrasi Gambar nyamuk
Ilustrasi Gambar nyamuk

RadarJombang.id Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali memakan korban jiwa di Jombang.

Dalam sehari kemarin (29/2), ada dua nyawa bocah melayang terindikasi karena kasus DBD di Jombang.

1 anak meninggal karena positif DBD dan 1 anak diduga DBD. Keduanya meninggal di RSUD Jombang.

Hasil keterangan yang dihimpun, satu pasien yang meninggal dunia karena positif DBD itu berasal dari Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang.

Pasien anak berusia 7 tahun itu masuk ke RSUD Jombang, Rabu (28/2) pukul 13.20 WIB.

”Dia merupakan pasien rujukan dari RSI Jombang,” kata dr Ma’murotus Sa’diyah Direktur RSUD Jombang, kemarin.

Ia menyampaikan, saat masuk ke RSUD Jombang, kondisi pasien anak tersebut sudah  Dengue Shock Syndrome (DSS) dan langsung dirawat di ICU.

Belum genap 24 jam dirawat, ternyata dia menghembuskan nafas terakhir Kamis (29/2) pukul 04.45 WIB.

Saat konfirmasi tambahan satu pasien lainnya yang juga meninggal dunia karena  DBD, Ning Eyik, sapaan akrabnya belum memberikan jawaban kembali hingga pukul 17.08 WIB.

Hasil informasi yang dihimpun, satu pasien lain yang juga meninggal di RSUD Jombang itu diduga DBD sekitar pukul 14.00 WIB.

”Ya, hari ini ada laporan dua meninggal dunia, yang satu pasti DBD, tapi yang satu saya belum berani memastikan, apakah itu betul positif DBD atau bukan,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Jombang, Syaiful Anwar.

Baca Juga: 4 Korban Meninggal Dunia, DPRD Jombang Minta Pemkab Lebih Tanggap Atasi DBD

Meski satu anak meninggal dipastikan penyakit DBD dan satu lainnya masih diduga DBD, Syaiful menyebut trend penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk di Jombang mulai turun.

Hal itu, paling tidak disebutnya bisa dilihat dalam kurun waktu empat hari terakhir.

Hal ini terlihat dari jumlah pasien DBD yang dirawat di RSUD Jombang dan RSUD Ploso.

Ia menyebut, di RSUD Ploso masih ada 11 pasien yang diberikan perawatan intensif.  Tidak ada tambahan lagi.

Sedangkan di RSUD Jombang tinggal 36 pasien yang dirawat. Begitu juga pasien yang dirawat di ICU tinggal 3 orang dari 12 orang.

Sisanya sudah membaik dan dipindahkan ke ruang rawat inap.

Saat ditanya dari mana sumber penularan DBD itu ia mengaku masih melakukan penelusuran.

”Mengenai hal itu masih kami selidiki, dia tertular dimana,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, angka penderita DBD di Jombang per Kamis (29/2) secara keseluruhan tercatat ada 360 kasus Infeksi Virus Dengue (IVD).

Dari jumlah itu 140 di antaranya positif DBD. (wen/bin/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#dbd #nyawa melayang #Jombang #bocah