RadarJombang.id - Sebulan terakhir, DBD sudah merenggut 4 nyawa di Kabupaten Jombang.
Masyarakat, juga diminta terus waspada agar penularan penyakit DBD ini bisa terus ditekan.
Pemberantasan nyamuk yang jadi penyebar DBD ini, juga harus terus ditekan agar tak terus berkembang.
Dari data yang dihimpun RadarJombang.id, satu mahasiswa di Jombang meninggal awal Februari 2024 karena DBD.
Korban DBD ke-2 di Jombang, adalah Fahmi, siswa SD asal Betek, Mojoagung yang meninggal 17 Februari.
Korban DBD di Jombang ke-3, adalah siswa kelas 5 SD asal Desa Palrejo, Kecamatan SUmobito Jombang.
Korban ke-3 ini, meninggal dunia pada Minggu (18/2) setelah 5 hari dirawat di RSUD Jombang.
Korban DBD ke-4, adalah balita Marvelo meninggal yang meninggal pada Selasa (20/2) malam.
Hingga kemarin, Dinas Kesehatan Jombang masih menelusuri penularan DBD di Kabupaten Jombang.
"Jika tertular di lingkungan sekitar, maka fogging akan dilakukan untuk mencegah DBD terus menyebar," terang Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jombang, Haryo Purwono
Namun, jika bukan tertular dari lingkungan tempat tinggal, maka upaya pencegahan cukup efektif dengan pemberantasan sarang nyamuk.
’’Kalau mau fogging juga boleh tapi mandiri,’’ lanjutnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW