Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 175, Kasih Tuhan Pasti Tak Berkesudahan

Rojiful Mamduh • Minggu, 14 Januari 2024 | 18:18 WIB

 

Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan

RadarJombang.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, terutama tentang pentingnya menyadari kasih Tuhan.

’’Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu,’’ tuturnya mengutip Mazmur 103:14.

Kegagalan kita tidak mengejutkan Tuhan. Dia telah mengetahuinya.

Dia tahu kita terbuat dari apa, karena Dialah Sang Pencipta kita!

Tuhan tidak akan pernah berhenti mengasihi kita ketika kita berbuat kesalahan.

Inilah pesan utama Alkitab: Tuhan mengasihi kita bukan karena siapa kita atau apa yang telah kita lakukan, melainkan karena siapa Dia dan apa yang telah Dia lakukan.

Tuhan menciptakan kita. Dia mengasihi kita. Kita tidak bisa membuat Tuhan lebih mengasihi kita.

Kita pun tidak bisa membuat Tuhan kurang mengasihi kita.

Dia mengasihi kita di hari-hari buruk kita sebesar Dia mengasihi kita di hari-hari baik kita.

Ini merupakan sebuah anugerah dan ini sesuatu yang menakjubkan!

Tuhan memandang kita dan berkata, ’’Aku memilihmu untuk mengasihimu. Kau tak bisa menghentikan-Ku untuk mengasihimu.’’

Baca Juga: Renungan Minggu 172, Perayaan Natal Adalah Pesta-Nya Bukan Pesta Kita

Bahkan apabila kita teramat jahat sekalipun, Tuhan tidak akan berhenti mengasihi kita.

Itu sungguh anugerah yang luar biasa! Untuk itu, kita dapat bersandar kepada Tuhan dalam menghadapi kegagalan kita, dan berimanlah kepada-Nya untuk kembali bangkit dan berjuang.

Kita mungkin telah datang kepada Tuhan berkali-kali untuk meminta pengampunan atas masalah yang sama.

Mungkin kita tidak yakin apakah kita pantas mendapatkan kasih dan kasih karunia-Nya.

Bahkan mungkin Tuhan sudah bosan dengan upaya kita yang terus-menerus dalam melakukan perubahan.

Akan tetapi, Tuhan tidak pernah bosan berbincang dengan kita. Dia tidak pernah terlalu sibuk.

Tidak peduli sudah berapa kali kita datang kepada-Nya untuk meminta maaf, Dia akan tetap menunggu kita dengan tangan terbuka.

’’Kasih Tuhan tidak bergantung keadaan kita. Kasih Tuhan tak berkesudahan dan rahmat-Nya selalu baru tiap hari. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/riz)

 

Editor : Achmad RW
#kasih #GPdI House of Prayer Sawahan #Renungan #Minggu #Tuhan