Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Cerita Dita, Wanita Asal Desa Kepatihan, Jombang yang Kini Berjuang Menuntaskan S3 di Australia

Achmad RW • Sabtu, 6 Januari 2024 | 14:42 WIB
Rosmalia Dita Nugraheni, warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang ini kini tengah berjuang menyelesaikan studi S3-nya di  di Australian Nasional University (ANU).
Rosmalia Dita Nugraheni, warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang ini kini tengah berjuang menyelesaikan studi S3-nya di di Australian Nasional University (ANU).

RadarJombang - Mandiri, cerdas, dan beruntung, begitu gambaran sosok Rosmalia Dita Nugraheni.

Warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang ini, kini tengah berjuang menyelesaikan studi S3-nya di Australian Nasional University (ANU).

”Saya selalu teringat pesan orang tua yang hanya mampu menyekolahkan anaknya hingga S1 saja, sehingga jika kami ingin lanjut studi maka harus berusaha sendiri,” kata Dita, sapaan akrabnya.

Setelah lulus dari SMAN 2 Jombang, Dita melanjutkan studi S-1 di jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM.

Ia meraih beasiswa prestasi akademik dari kampusnya. Kemudian ia melanjutkan pendidikan S2 di jurusan Petroleum Geoscience Department, Faculty of Geoscience and Petroleum Engineering Universiti Teknologi Petronas, Malaysia dengan beasiswa penuh dari kampus.

Dan sekarang tengah menempuh S3 pada jurusan Research School of Earth Science, College of Sciences (COS), Australian Nasional University (ANU) kembali mendapatkan beasiswa Australia Award juga menggunakan Scholarship/AAS.

Ia memilih Australia karena jaraknya relatif dekat dengan Indonesia, sehingga memungkinkan suaminya untuk sering berkunjung.

”Saya memahami bahwa ketika sudah menikah ada batasan – batasan yang harus didiskusikan dengan pasangan, termasuk ketika harus melanjutkan studi,” jelas wanita yang suka traveling dan memasak itu.

Dita sudah terbiasa hidup mandiri dan jauh dari keluarga.

Di tempat baru sejak 2022, ia tetap harus beradaptasi dengan cuaca dan suhu di tempat tinggal barunya di 9 Watkin St, Bruce, ACT, Canberra.

”Kadang ya kangen rumah, tapi diobati dengan video call kadang menyibukkan diri dengan aktivitas menyenangkan seperti memasak, shopping,” tambahnya.

Baca Juga: Cerita Anak Tukang Bakso Asal Ngusikan Jombang yang Kini Lanjutkan Pendidikan di Australia

Dua hal yang menurutnya adalah culture shock yang cukup berat yaitu adaptasi dengan musim dingin, dan budaya pergaulan di tempat ia tinggal sekarang.

Setelah putri pasangan Rudiarso Tri Sulistyo dan Mukhlis Khoiriyati menamatkan pendidikannya di Australia, ia bakal kembali ke Indonesia.

Dita bakal kembali menjadi dosen di Universitas Trisakti Jakarta.

Di Canberra, ia tidak hanya belajar, tapi juga mengajar. Dita memiliki pekerjaan casual, yaitu mengajar bahasa Jawa.

Peminatnya di sana cukup banyak, yaitu orang-orang keturunan Jawa yang lama menetap di negara lain.

”Murid saya ada yang kebangsaan Singapura dan orang Indonesia yang tinggal di Amerika dan Australia serta saat ini bekerja di Canberra,” jelas alumnus, SDN Kepanjen 2, SMPN 2 Jombang ini.  

Tinggal di Australia, Dita pernah meraih penghargaan Awardee Grant of Alexander and Memorial Wanek dari American Association of Petroleum Geologists.

 

Dita yang memiliki karakter dinamis dan visioner begitu menyukai dengan pengalaman barunya.

Dari sisi iklim, ada empat musim, salah satu yang tidak ditemui di pulau Jawa adalah hujan salju.

Bisa menjumpai hewan endemik Australia, serta fasilitas penelitian yang canggih.

”Yang ke depannya akan bisa dikolaborasikan dengan institusi tempat saya bekerja,” jelasnya. (wen/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#wanita #Australia #Jombang #s3 #Kepatihan