JOMBANG – Sekitar 12.000 santri dari berbagai pondok pesantren memadati parkiran Kawasan Makam Gus Dur Jombang Jumat (24/11) pagi untuk aksi solidaritas kepada Palestina.
Ribuan antri ini berkumpul untuk melakukan doa bersama sekaligus salat gaib bagi umat islam di Palestina yang menjadi korban kekejaman Israel.
Pantauan di lokasi, tampak ribuan santri baik dari Ponpes Tebuireng, Ponpes Al Aqobah dan ponpes-ponpes lain berkumpul sejak pukul 05.00.
Sesaat setelah matahari menyingsing, mereka menggelar istighosah sekaligus salat gaib.
Tampak parkiran KMGD yang biasanya dipenuhi bus peziarah, berubah jadi lautan manusia dengan pakaian serba putih.
Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menjelaskan total ada 12.000 santri yang bergabung mengikuti doa bersama untuk Palestina.
Ini dilakukan menyusul serangan yang dilakukan militer Israel ke Gaza, banyak sekali pelanggaran kemanusiaan.
”Serangan Israel ke Palestina masuk hari ke-44, dan sudah banyak korban, banyak hal-hal di luar kemanusiaan terjadi di sana,’’ ujar dia.
Dalam serangan yang dilukan tentara Israel ke Gaza misalnya, banyak sekali pelanggaran hak asasi manusia.
Hal ini karena Israel didasari dengan keinginan memuaskan nafsu berkuasa.
Baca Juga: Ribuan Massa Banjiri Ringin Contong Jombang, Galang Dana dan Doa Bersama untuk Palestina
”Itu mulai pembunuhan-pembunuhan, hanya untuk memuaskan nafsu. Penghilangan satu bangsa dengan membunuh bayi-bayi merupakan sesuatu yang sudah keluar dari nilai-nilai kemanusiaan," ujar Gus Kikin.
Untuk itu pihaknya berharap pemerintah Indonesia secara aktif terlibat dalam proses perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina.
Sehingga hancurnya peradaban manusia bisa dapat dicegah semaksimal mungkin.
Gus Kikin juga menyebut, pihaknya tetap mendotrong pemerintah untuk selalu berusaha melobi, mendamaikan, mencari titik temu.
"Baik melalui pembicaraan-pembicaraan untuk menuju perdamaian, dan pengakuan satu dengan yang lain terhadap kemerdekaan suatu bangsa. Itu sangat penting bagi semua umat manusia," pungkasnya. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW