JOMBANG - Hujan lebat yang mengguyur beberapa hari tak berdampak pada beberapa pengurangan krisis air bersih di Jombang.
Bahkan, hingga Senin (20/11) ada tambahan dua dusun lagi di Jombang yang dilaporkan mengalami krisis air bersih.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang Bambang Dwijo Pranowo, menjelaskan hingga akhir bulan ini krisis air bersih di Jombang belum seluruhnya teratasi.
Bahkan, ada tambahan dua dusun di Jombang yang mengalami krisis air bersih.
"Ya kemarin kita mendapatkan surat pengajuan dropping air bersih di Dusun Gesing dan Dusun Dander, Desa Manduro Kecamatan Kabuh," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dijelaskan, krisis air di dua dusun tersebut dipengaruhi beberapa faktor.
Pertama, sumber air tanah yang ada di permukiman warga tak lagi mengalirkan air.
Kedua, air yang keluar pada musim kemarau justru berasa asin. "Sehingga tidak bisa dikonsumsi," tambahnya.
Ia menyebut, sudah ada program Pamsimas untuk mengatasi kekeringan di permukiman warga.
Namun, hal itu juga tak berdampak signifikan karena air yang dikeluarkan warga tetap asin.
"Ya, airnya berwarna kuning dan rasanya payau," jelas Bambang.
Baca Juga: Sambangi Kampung di Jombang yang Terdampak Krisis Air, Mensos Risma Janjikan Ini ke Warga
Dijelaskan, total ada 297 kepala keluarga dengan 1.057 jiwa yang terdampak kekeringan di Dusun Bander.
Kemudian, ada 350 KK dengan 1.300 jiwa di Dusun Gesing yang juga terdampak krisis air.
"Secara rutin kami lakukan droping air untuk mengatasi krisis air," tandasnya.
Dengan demikian, total ada tujuh dusun di Jombang yang terdampak krisis air.
Sebelumnya ada lima dusun yang mengalami krisis sejak Oktober lalu.
Masing-masing Dusun Serning, Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Dusun Rapahombo dan Dusun Brangkal, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan.
Kemudian Dusun Tondowesi dan Dusun/Desa Klitih, Kecamatan Plandaan. ”Pengiriman air bersih tetap rutin kita lakukan,’’ pungkas dia. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW