Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.073, Terus Beribadah dan Meninggalkan yang Haram

Rojiful Mamduh • Sabtu, 18 November 2023 | 14:30 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

JOMBANG - Wakil Sekretaris MUI Jombang, KH Khairil Anam, menjelaskan pentingnya ibadah dan meninggalkan perkara haram. 

Hal itu diungkapkannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (16/11).

’’Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Tinggalkan yang haram maka kamu menjadi orang yang paling ahli ibadah,’’ tuturnya.

Manusia hidup di dunia ini diperintah untuk ibadah. Dalam keadaan apa saja, kapan saja dan di mana saja, harus ibadah.

’’Tujuannya agar manusia menjadi baik. Kalau baik, maka hidup menjadi bahagia, sejahtera dan kelak tempatnya di surga,’’ terangnya.

Jadi apa saja, jika selalu ibadah, maka akan bernilai baik. ’’Jadi pegawai, petani, pedagang, karyawan, atau polisi jika dinati ibadah, maka akan bernilai baik,’’ tegasnya.

Lalu bagaimana cara ibadahnya? Tentu sebagaimana sabda Nabi; Dengan meninggalkan yang haram.

’’Apa saja yang dilakukan manusia asal tidak melakukan yang haram, itu sudah ibadah,’’ tandasnya.

Pada masa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, terdapat seorang sahabat bernama Abu Dujanah.

Setiap usai salat subuh bersama Nabi, Abu Dujanah terburu-buru pulang tanpa menunggu pembacaan doa.

Suata ketika, Nabi bertanya; Apakah kamu tidak punya permintaan yang perlu kamu sampaikan pada Allah sehingga kamu tidak pernah menungguku selesai berdoa. Kenapa kamu buru-buru pulang?

Baca Juga: Binrohtal 2.070, Bersabarlah Menghadapi Musibah

Abu Dujanah menjawab; Rumah kami berdampingan persis dengan rumah seorang laki-laki.

Di pekarangan rumah miliknya, terdapat satu pohon kurma menjulang. Dahannya menjuntai ke rumah kami.

Setiap kali ada angin bertiup di malam hari, kurma-kurma tetanggaku berjatuhan di rumah kami.

Kami keluarga tak punya. Anakku sering kelaparan, kurang makan. Saat anak-anak kami bangun, apa pun yang didapat, mereka makan.

Oleh karena itu, setelah selesai salat, kami bergegas segera pulang sebelum anak-anak kami tersebut terbangun dari tidurnya.

Kami kumpulkan kurma-kurma milik tetangga yang berceceran di rumah. Lalu kami haturkan kepada pemiliknya. 

Satu saat, kami agak terlambat pulang. Ada anakku yang sudah terlanjur makan kurma hasil temuan.

Mata kepala saya sendiri menyaksikan, tampak ia sedang mengunyah kurma basah di dalam mulutnya. Ia habis memungut kurma yang telah jatuh di rumah kami semalam.

Mengetahui itu, jari-jari tangan kami masukkan ke mulut anakku itu. Kami keluarkan apa pun yang ada di sana.

Kami katakan; Nak, janganlah kau permalukan ayahmu ini di akhirat kelak.

Anakku menangis, karena sangat kelaparan. Kami katakan kembali kepada anakku itu; Hingga nyawamu lepas pun, aku tidak akan rela meninggalkan harta haram dalam perutmu.

Seluruh isi perut yang haram itu, akan aku keluarkan dan akan aku kembalikan bersama kurma-kurma yang lain kepada pemiliknya yang berhak.

Baca Juga: Binrohtal 2.067, Keutamaan Membaca Basmalah

Pandangan mata Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam sontak berkaca-kaca. Abu Bakar as-Shiddiq radiyallahu 'anhu lalu membeli pohon itu. Dan menyerahkannya kepada Abu Dujanah.  

Tapi si pemilik rupanya berniat jahat. Dia berkata kepada istrinya.

’’Aku telah mendapat untung banyak hari ini. Aku dapat 10 pohon kurma yang lebih bagus. Padahal kurma yang aku jual itu masih tetap berada di pekarangan rumahku. Aku tetap yang akan memakannya lebih dahulu dan buah-buahnya pun tidak akan pernah aku berikan kepada tetangga kita itu sedikit pun.’’

Saat si munafik bangun di pagi harinya, tiba-tiba pohon kurma itu berpindah posisi, menjadi berdiri di atas tanah milik Abu Dujanah.

Ini pelajaran, seberat apa pun hidup, tidak boleh memberikan makanan untuk dirinya sendiri dan keluarganya dari barang haram.  (jif/naz/riz)

 

 

 

Editor : Achmad RW
#haram al sharif #ibadah #polres jombang #Binrohtal #masjid