Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Segini Anggaran Makanan Tambahan untuk Balita Stunting dan Bumil yang Mengandung Ulat Dari Dinkes Jombang

Azmy endiyana Zuhri • Rabu, 15 November 2023 | 13:20 WIB

 

Grafis pengadaan dan anggaran yang disediakan untuk pemberian makanan tambahan yang dilakukan Dinkes Jombang
Grafis pengadaan dan anggaran yang disediakan untuk pemberian makanan tambahan yang dilakukan Dinkes Jombang

JOMBANG – Anggaran program makanan tambahan untuk ibu hamil (bumil) dan balita stunting dari Dinkes Jombang ternyata besar.

Untuk satu bulan ke depan, Dinkes Jombang menganggarkan kegiatan yang dipusatkan di Pos Pemulihan Gizi (PPG) setiap puskesmas ini menelan anggaran mencapai Rp 3.711.229.500.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang Budi Nugroho mengatakan, pemberian makanan tambahan itu untuk satu bulan ke depan.

”Itu baru mulai kemarin dan sekarang sudah dihentikan,” ujarnya, saat dikonfirmasi wartawan koran ini kemarin (14/11).

Dipaparkan, makanan tambahan itu dibagikan kepada 4.075 ibu hamil dan balita stunting sebanyak 22.050 se-Kabupaten Jombang.

”Harga satu porsi makanan untuk ibu hamil sebesar Rp 21.500, sedangkan balita Rp 16.500. Harga itu belum termasuk dipotong pajak,” papar Budi.

Dengan demikian, total anggaran dalam satu hari yang dikeluarkan sebesar Rp 90.287.500.

”Jadi itu belum dibayarkan ke pihak penyedia. Hanya satu hari kemarin,” tegasnya.

Pihak penyedia yang memborong program makanan tambahan ini didapatkan melalui e-katalog.

Yakni PT Karya Pariwisata Indonesia beralamat di Jl Sukarno Hatta 55 Jombang.

”Jadi ini kita hentikan dulu, juga re-desain lagi programnya,” beber mantan Kepala Bappeda Jombang ini.

Rencananya, penyedia makanan nanti akan dibagi per kecamatan. Sehingga tidak terlalu membebankan bila dikerjakan oleh satu penyedia.

”Kalau satu penyedia ngayahi satu kabupaten sepertinya berat. Nanti dibagi per kecamatan. Tapi tetap penyedia harus masuk e-katalog,” ungkapnya.

Sayang, Riyadi Saputra salah satu manager PT Karya Pariwisata Indonesia, saat dikonfirmasi tidak berada di kantor.

Upaya konfirmasi melalui telepon selularnya meski terdengar nada sambung, tapi belum ada jawaban.

”Maaf Pak Riyadi sedang berada di luar. Nanti saya bikinkan jadwal lagi untuk bertemu,” ucap Dita salah satu pegawai. (yan/bin/riz)

Editor : Achmad RW
#Makanan Tambahan #stunting #Jombang #dinkes #bumil