JOMBANG – Pemberian makanan tambahan untuk balita stunting dan ibu hamil (bumil) di Jombang dikeluhkan.
Di Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito misalnya, ada ulat belatung di dalam sayur sop yang diberikan kepada anak balita sunting dan ibu hamil (bumil).
Padahal, makanan itu merupakan pemberian dari Dinas Kesehatan Jombang dalam acara kegiatan pos pemulihan gizi (PPG), Senin (13/11).
Kades Madiopuro Suwito Hadi, menyampaikan dari 8 warga penerima bantuan stunting yang mengikuti kegiatan PPG di Kecamatan Sumobito, terdapat dua warganya yang menerima makanan tambahan tidak layak konsumi.
"Bantuannya saya tolak semua, dikembalikan, karena makanannya tidak layak untuk dikonsumsi," ujarnya.
Ia menyampaikan, ada 8 balita di Desa Madiopuro yang mengalami gangguan pertumbuhan anak karena kekurangan asupan nutrisi selama masa pertumbuhan.
Sehingga balita stunting itu semua menerima makanan tambahan.
"Jadi yang stunting 8, ada dua yang makanannya sempat dibuang karena tidak layak dimakan. Kemudian yang 6 saya kembalikan ke puskesmas," tegas Suwito.
Ia sendiri mengaku heran mengapa anggaran miliaran rupiah dari pemerintah untuk penanganan angka stunting di Jombang justru tak maksimal hasilnya.
Terlebih, dengan adanya pemberian makanan tambahan perbaikan gizi, justru tidak layak konsumsi.
Baca Juga: PJ Bupati Jombang: Pencegahan dan Penanganan Stunting Agenda Nasional
"Dana miliaran kok ngasih warga kayak gitu," keluhnya.
Karena itu ia sangat menyesalkan kualitas makanan balita stunting yang tidak layak konsumsi tersebut.
Padahal pemerintah pusat mengalokasikan bantuan makanan tambahan untuk mengatasi angka stunting tersebut miliaran rupiah di setiap kabupaten.
Selama ini di desanya, lanjut Suwito, warga miskin dan balita yang masuk dalam kategori stunting, sudah diberikan makanan layak dari pihak pemerintah desa.
Karena itu warga menyambut baik ketika ada bantuan makanan tambahan dari pemerintah.
“Tapi bantuan untuk stunting dari Pemkab Jombang malah tidak layak konsumsi. Ini jusrtu angka stunting nggak habis, malah nambah," tegasnya dengan nada geram. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW