Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Usulan Gelar Pahlawan untuk Gus Dur Masih Buram, Gusdurian Jombang Bilang Begini

Anggi Fridianto • Minggu, 12 November 2023 | 13:50 WIB
Makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Tebuireng ramai dikunjungi peziarah.
Makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Tebuireng ramai dikunjungi peziarah.

JOMBANG -  Gelar pahlawan pada Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) masih buram.

Seperti juga nama KH Bisri Syansuri, nama Gus Dur tak masuk dalam daftar nama peraih gelar phlawan di momen peringatan Hari Pahlawan tahun ini.

”Ya, memang sampai tahun ini belum ada kejelasan terkait pengusulan gelar pahlawan bagi Gus Dur,’’ ujar Aan Anshori aktivitas Gusdurian Jawa Timur kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Baca Juga: Makam Gus Dur di Jombang Dipenuhi Peziarah saat Momen Liburan Maulid Nabi

Ia lantas mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam proses pengusulan gelar pahlawan untuk Gus Dur.

Terlebih, usulan gelar pahlawan telah disampaikan 13 tahun lalu.

Menurut Aan, pada 2015 lalu, saat Khofifah Indar Parawansa menjabat Kemensos RI, pihaknya menyampaikan jika usulan gelar pahlawan untuk Gus Dur sudah final.

Khofifah kala itu juga menyebut prosesnya tinggal menunggu kajian dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat (TP2GP).

”Tinggal menunggu waktu, artinya proses kajian yang dilakukan pemerintah sudah selesai,’’ jelas dia.

Artinya, secara administratif pengusulan gelar pahlawan bagi Gus Dur sudah selesai.

Namun karena sampai sekarang belum ada kejelasan, ia justru mempertanyakan kembali keseriusan pemerintah.

Sebagai seorang Gusdurian dirinya mengajak masyarakat tidak terlalu terobsesi terkait gelar kepahlawanan Gus Dur.

Baca Juga: Kunjungan Kerja ke Jombang, Pangdam V Brawijaya juga Ziarah ke Makam Gus Dur

“Saya justru lebih ingin mengajak masyarakat meletakkan Gus Dur sebagai pahlawan di hati kita untuk tidak henti hentinya meneladani dan meneladankan perilaku Gus Dur,’’ terangnya.

Aan menyampaikan, pengusulan gelar kepahlawanan bagi Gus Dur dilakukan sejumlah organisasi dan perorangan sejak 2010 silam.

Kemudian, secara formal Bupati Jombang Suyanto saat itu telah merekomendasikan SK Kepahlawanan Gus Dur pada 2010.

”Lalu Gubernur Soekarwo menerbitkan SK level provinsi di tahun yang sama dan akhirnya oleh Mensos Khofifah Indar Parawansa disambut baik,’’ tambah dia.

Sebagai aktivis Gusdurian, ia akan selalu proaktif menyuarakan gagasan dan pemikiran Gus Dur kepada masyarakat.

Gus Dur adalah pahlawan secara kultural karena syarat sebagai pahlawan sudah layak disematkan.

“Ia tidak hanya memberikan konsep, tapi mewujudkan konsep itu dalam sebuah bentuk perjuangan untuk bangsa,’’ tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinsos Jombang Hari Purnomo, menjelaskan usulan gelar kepahlawanan bagi Gus Dur belum ada perkembangan hingga sekarang.

”Sejak tiga tahun terakhir kami tidak menerima usulan untuk pembaruan gelar kepahlawanan bagi Gus Dur, baik dari Kemensos atau Dinas Sosial Jatim. Kami hanya menerima usulan pembaruan bagi KH Bisri Syansuri,’’ ujar dia.

Pihaknya juga belum bisa memastikan diusulkan oleh siapa dan tahun berapa.

”Jadi record pengusulan belum kami temukan. Sebab, dulu Dinsos masih jadi satu dengan Disnakertrans,’’ pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan Keppres Nomor 115-TK-TH2023 tertanggal 6 November tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, ada enam yang ditetapkan mendapatkan gelar pahlawan nasional.

Meliputi almarhum Ida Dewa Agung Jambe Bali, almarhum Bataha Santiago Sulawesi Utara, almarhum M Tabrani Jawa Timur, almarhum Ratu Kalinyamat Jawa Tengah, almarhum KH Abdul Chalim Jawa Barat, dan almarhum KH Ahmad Hanafiah Lampung.

(ang/bin/riz)

Editor : Achmad RW
#pahlawan #gusdurian #gelar #Jombang #Gus Dur