Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Masjid Tua di Desa Banjarsari, Bandarkedungmulyo Jombang ini Dulunya Masjid Panggung

Ainul Hafidz • Jumat, 10 November 2023 | 15:50 WIB

 

Masjid NU Al Huda Banjarsari, Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang yang telah dibangun sejak 1953
Masjid NU Al Huda Banjarsari, Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang yang telah dibangun sejak 1953

JOMBANG – Masjid NU Al Huda di Dusun Ponggok, Desa Banjarsari, Kecamatam Bandarkedungmulyo dibangun 1953.

Di awal berdirianya, bangunan masjid ini masih berupa masjid panggung dari kayu.

Masjid ini berada di dalam kampung. Model bangunannya khas bangunan rumah Jawa semacam rumah joglo.

Tempat parkirnya juga luas. Bangunan atap masjid berbentuk tumpang. Bagian serambi masjid terdapat lengkungan atas khas masjid pada umumnya.

Bagian dalam masjid memiliki empat pilar besar atau soko guru masjid. Dindingnya juga sudah dikeramik. Samping kanan dan kiri tempat imam atau mihrab masih terdapat jendela dari kayu.

Ketua Takmir Masjid NU AL Huda Mudz Harur Rosyidin mengatakan, bangunan yang sekarang ini merupakan hasil renovasi masjid pada 1980.

”Jadi masjid ini mulai dibangun 1953, dulu bentuknya belum tembok seperti ini dan tidak luas,” kata Rosyidin.

Dijelaskan, berdasarkan cerita dari keluarganya, masjid itu dulunya merupakan masjid panggung.

Kala itu, masjid hanya memiliki luas 957 meter persegi merupakan tanah wakaf dari H Yusuf.

”Sementara yang syiar agama Islam di sini KH Abdurrahman Bahri atau bapak dari KH Masduqi Abdurrahman Al-Hafid, Pengasuh Ponpes Roudhotu Thafidzil Qur’an Kecamatan Perak,” imbuh dia.

Diceritakan, hampir seluruh bangunan kala itu dari kayu. Mulai dari dinding hingga lantai.

Baca Juga: Masjid Megah di Ngoro Jombang ini Jadi Penanda Perlawanan Pada Kemaksiatan

”Dindingnya dari kayu jati yang dirangkai, dulu biasanya disebut dengan jaro,” tutur lelaki yang kini berusia 59 tahun ini.

Meski masjid panggung, lanjut Rosyidin, di awal berdirinya banyak jadi jujukan jamaah dari tetangga dusun.

”Dulu yang penting ada masjid dan bisa dipakai untuk salat orang sini, karena warga Dusun Ponggok belum sebanyak ini,” lanjut dia.

Seirnig berjalannya waktu, masjid panggung kemudian dibongkar. Meski tak ingat betul, menurut Rosyidin, pembongkaran dilakukan pada 1980-an.

Seluruh bangunan kayu diganti dengan tembok.

”Jadi masjid yang sekarang ini merupakan bangunan 1980-an, kalau sisa bangunan lama 1953 sudah tidak ada,” tutur Rosyidin.

Meski demikian, ada beberapa fasilitas masjid seperti bedug dan kentongan menjadi salah satu yang tersisa.

”Kayunya (beduk) saja tinggalan masjid lama, untuk kulitnya sudah sering diganti,” kata Rosyidin sembari menunjuk beduk. (fid/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#tua #Jombang #masjid