Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Diyah Mustikayani: Wanita Harus Cakap dan Suka Mencoba Hal Baru

Wenny Rosalina • Rabu, 8 November 2023 | 15:30 WIB
Dyah Mustikayani
Dyah Mustikayani

JOMBANG - Sebagai pebisnis dan ibu rumah tangga, Diyah Mustikayani memiliki kemampuan interpersonal skill yang baik.

Ia pandai bersosialiasi dan membangun jaringan serta pantang menyerah dalam mencoba hal baru.

”Saya memang suka bisnis. Mencoba berbagai hal baru," kata warga Jl Empu Barada Nomor 6 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Sebagai perempuan, ia mampu melakukan berbagai hal, terampil, cekatan, lincah, dan mampu bertindak sistematis.

Diyah merintis bisnisnya di dunia fashion sejak 2010. Ia membuka galeri hijab, baju muslim hingga keperluan haji dan umrah.

”Saya sendiri yang terjun langsung untuk mencari bahan terbaik untuk jilbab, dan toko retail baju muslim yang tepercaya untuk usaha saya, jadi saya memastikan bahwa barang dagangan saya juga terjamin mutu dan harganya,” jelas Diyah.

Di tahun pertama hingga tahun ketiga, bisnis fashionnya terus berkembang. Ia pun mampu meraup profit yang tinggi.

Menapaki tahun keempat, usahanya mengalami penurunan salah satunya dipengaruhi menjamurnya toko online.

”Namun namanya bisnis pasti ada fluktuasi naik-turunnya," jelasnya.

Tak ketinggalan, Diyah melakoni hal yang sama, yaitu berjualan secara online. Namun, hasilnya tak begitu maksimal.

Banyak sesama pedagang yang menawarkan barang dengan harga yang lebih murah.

Baca Juga: Sayyidah Jumati Rodiyah, Guru Wanita yang Sederhana, Bersahaja dan Cerdas

Sementara Diyah harus menghitung harga barang ditambah dengan  sewa bangunan dan gaji pegawai.

”Jadi mau tidak mau ya pasti kalah saing," katanya.

Diyah kategori wanita yang tak mudah menyerah. Meski bisnis pertamanya tak berjalan mulus, ia mampu bangkit.

Sejak 2020, Diyah menekuni bisnis penggilingan padi. Ia menawarkan produknya kepada teman-teman terdekatnya.

Bahkan ke toko-toko kelontong sekitar rumahnya, hingga ke gudang-gudang sembako.

”Memang dalam bisnis sangat dibutuhkan muka tebal atau tahan malu dan yang paling penting kemauan melakukannya secara konsisten, harus cakap dan terampil,"  jelas wanita kelahiran 2 Maret 1977 tersebut.

Sebagai istri ASN, Diyah tak ingin berpangku tangan di rumah.

Tanpa mengesampingkan tugasnya sebagai istri dan ibu, ia juga mampu berdiri sendiri, menghasilkan uang sendiri, melalui usaha yang ia bangun.

Diyah juga cakap dalam bersosialisasi, mudah berbaur, dan memiliki banyak teman. Ia aktif dalam sejumlah organisasi di Jombang.

Tak jarang ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan  sosial keagamaan. (wen/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#bisnis #wanita #ibu rumah tangga