Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ganjar Optimistis Indonesia Bisa Keluar dari Middle Income Trap, Ini Alasannya

Achmad RW • Rabu, 8 November 2023 | 13:55 WIB
Ganjar Pranowo menghadiri acara US-Indonesia Investment Summit ke-11 yang diselenggarakan AmCham Indonesia dan US Chamber of Commerce di Jakarta, Selasa (24/10).
Ganjar Pranowo menghadiri acara US-Indonesia Investment Summit ke-11 yang diselenggarakan AmCham Indonesia dan US Chamber of Commerce di Jakarta, Selasa (24/10).

RADAR JOMBANG - Calon presiden (capres) Ganjar Pranowo optimistis Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Itu merupakan istilah ekonomi yang mengacu pada keadaan suatu negara yang berhasil mencapai tingkat pendapatan menengah, tetapi tidak dapat meningkat lagi menjadi negara maju.

Hal itu, diungkapkannya usai menghadiri acara tahunan US-Indonesia Investment Summit ke-11 yang diselenggarakan AmCham Indonesia dan US Chamber of Commerce di Jakarta, Selasa (24/10).

“Soal middle income trap, sebenarnya yang mesti dilakukan adalah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan memberikan layanan kesehatannya. Aksesnya harus gampang,” ujar Ganjar. 

Ganjar menjelaskan untuk menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM), pemerintah perlu menyiapkan akses pendidikan yang mudah.

Dengan begitu, bonus demografi yang terjadi di Indonesia bisa dimanfaatkan dengan baik, bukan malah menjadi ancaman.

”Kita punya kesempatan bonus demografi yang tinggi. Ini masyarakat produktifnya banyak,” tuturnya.

Langkah kedua yang harus dilakukan untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah adalah mengoptimalisasi potensi ekonomi.

”Dengan waktu kurang lebih 10-13 tahun maka mesti gaspol, harus cepat. Kita tidak bisa urut kacang atau perlahan-lahan geraknya. Maka seluruh kekuatan kita siapkan,” tegasnya.

Upaya-upaya tersebut harus didukung dengan sistem anggaran yang tepat.

Ganjar menyebut, untuk mewujudkan itu semua pihak harus langsung gaspol dan eksekusi cepat.

Baca Juga: Gus Muwafiq: Ganjar Itu Cucu Mantu Mbah Hisyam, Kiai Pejuang Asal Purbalingga

Salah satunya pangan harus berdaulat dan tahan.

"Kedua, kita bicara transisi energi, yang ketiga kesehatan dan pendidikan. Itu bisa dilakukan jadi anggaran kita mesti bisa naik dan optimal. Saya yakin semua pasti mampu,” tukasnya.

Menurut mantan gubernur Jawa Tengah dua periode itu, bonus demografi akan menjadi bencana apabila tidak diikuti dengan peningkatan kualitas manusia Indonesia.

Khususnya dalam penguasaan sains dan teknologi.

Terlebih, dengan jumlah penduduk lebih dari 278 juta jiwa atau terbesar keempat di dunia dapat menjadi potensi sekaligus kekuatan besar bagi Indonesia.

Khususnya dalam hal melompat menjadi negara maju.

Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dapat menjadi kutukan sumber daya alam jika tidak dikelola secara optimal.

"Potensi sumber daya alam seperti energi, mineral, pertanian, perkebunan, perikanan, serta keanekaragaman hayati adalah kunci bagi Indonesia dalam bersaing di dunia internasional dan menghadirkan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Menurut Ganjar, potensi digital Indonesia juga harus dimanfaatkan dengan bersandar pada kekuatan dan sumber daya nasional.

Sementara itu, perubahan iklim yang telah bergeser menjadi krisis iklim mengharuskan adanya pergeseran paradigma dalam pembangunan.

”Lingkungan hidup atau planetary boundaries harus menjadi batasan bagi seluruh aktivitas, utamanya aktivitas ekonomi,” jelasnya. (wir/riz/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#Ganjar Pranowo #ekonomi #teknologi #Indonesia #ganjar