Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Toriqoh 271, 4 Fadilah Penting Amalan Fardu

Rojiful Mamduh • Selasa, 31 Oktober 2023 | 14:39 WIB
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan

JOMBANG - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan nasihat Ustman bin Affan.

Kiai Cholil menjelaskan perihal empat hal yang lahirnya fadilah alias banyak kebaikan. Serta batinnya fardu alias kewajiban.

’’Pertama, bergaul dengan orang saleh merupakan fadilah, sedangkan mengikuti jejak langkah mereka adalah suatu kewajiban,’’ tuturnya.

Salah satu obat hati adalah berkumpul dengan orang saleh. Dengan memandang orang saleh, kita bisa mudah ingat Allah SWT.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Para wali Allah adalah orang-orang yang ketika dilihat langsung membuat ingat Allah SWT.

Orang saleh yang diomongkan selalu masalah akhirat. Masalah ilmu, masalah zikir dan menggapai rida dan cinta Allah SWT.

Kumpul orang saleh membuat hati menjadi tenang dan damai. Namun yang lebih wajib adalah meniru dan meneladani perilaku orang saleh.

Kedua, membaca Alquran itu fadilah, sedangkan mengamalkan kandungan Alquran merupakan suatu kewajiban.

Melaksanakan hal-hal yang diperintahkan dalam Alquran. Serta menjauhi hal-hal yang dilarang dalam Alquran.

’’Makanya kita harus punya rutinitas membaca Alquran,’’ kata Kiai Cholil.

Tiap hari minimal harus membaca tiga surat. Yasin, Waqiah dan Almulk alias Tabarak.

’’Orang yang tiap hari membaca Alquran, hatinya akan bersih. Sehingga melihat apapun kelihatan kebaikannya,’’ terangnya.

’’Hati adalah kacamatanya akal,’’ tambahnya.

Jika kacamata gelap, melihat apapun akan kelihatan gelap. Sebaliknya, jika kacamata terang, melihat apapun akan kelihatan terang.

’’Jika hati bersih, melihat apapun akal akan bersih,’’ jelasnya. Sehingga mudah berprasangka baik. Mudah bersyukur, sabar, qanaah dan rida.

Sebaliknya, jika hati kotor, maka akal melihat apapun akan kotor. Sehingga gampang berprasangka buruk, protes dan marah.

Ketiga, ziarah kubur orang saleh itu merupakan suatu keutamaan, sedangkan menyiapkan bekal untuk kehidupan sesudah mati adalah suatu kewajiban.

Ziarah kubur orang saleh bisa menjadi wasilah agar doa kita mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Namun yang wajib adalah ingat mati dan menyiapkan bekal untuk mati.

’’Dengan sering ziarah kubur, kita akan makin sering ingat mati. Sehingga makin semangat menyiapkan amal saleh untuk bekal mati,’’ urainya.

Keempat, menjenguk orang sakit merupakan suatu keutamaan. Sedangkan menanyakan wasiat adalah suatu kewajiban. 

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Orang yang terhalang untuk mendapatkan pahala adalah orang yang tidak berwasiat.

Barang siapa yang menginggal dunia dalam keadaan sempat berwasiat kebaikan, berarti dia meninggal di atas jalan yang benar, dalam keadaan menepati sunah, dalam keadaan bertakwa, mati syahid, dan mati dalam keadaan diampuni dosa-dosanya.

Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.

Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka kita akan mudah melaksanakan keempat hal diatas. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#KH Cholil Dahlan #fadilah #Toriqoh #fardu