JOMBANG – Sebanyak 54.352 siswa SD di Jombang mendapatkan imunisasi DT (Diphteria Tetanus) dan TD (Tetanus (Diphteria).
Siswa SD di Jombang, juga mendapatkan imunisasi HPV (Human Papillomia Vaccine) khusus untuk siswa perempuan.
Ditargetkan, pemberian imunisasi untuk siswa SD di Jombang ini rampung dilakukan pada November 2023.
’’Hari ini (Jumat, 27/10) di sekolah kami, ada 161 siswa yang diimunisasi,’’ kata Donny Erfantoro, kepala SDN Jombatan 3 Kecamatan Jombang.
Imunisasi dilaksanakan Jumat (27/10). Setelah diimunisasi, siswa diperbolehkan untuk pulang.
’’Kebetulan Jumat hari yang pendek, jadi setelah imunisasi, istirahat sebentar, kemudian setengah 11 kita pulangkan,’’ terangnya.
Beberapa siswa yang tidak bisa ikut imunisasi karena sedang sakit seperti demam, bisa melakukan imunisasi susulan dengan datang ke puskesmas.
’’Senin (30/10) boleh langsung ke Puskesmas Jabon, tadi memang diarahkan begitu bagi siswa yang tidak masuk, atau sedang sakit,’’ jelasnya.
Erika Elok, koordinator imunisasi Puskesmas Jabon menjelaskan, imunisasi DT diberikan untuk kelas 1.
Sedangkan imunisasi TD diberikan untuk kelas 2 dan 5 sebagai kelanjutan dari imunisasi DT yang telah dilakukan tahun lalu.
Sementara untuk kelas 6, diberikan imunisasi HPC bagi siswa perempuan saja.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Pantau Langsung Simulasi Vaksin Imunisasi Covid-19
’’Ini HPV yang kedua, sebelumnya, tahun lalu, kami sudah berikan yang pertama,’’ bebernya.
Puskesmas Jabon memberikan imunisasi kepada 19 sekolah SD dan MI sekitar puskesmas.
’’Program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) ini dimulai September, Oktober dan November,’’ jelasnya.
Bulan lalu telah dilakukan imunisasi MR (Measles Rubella) untuk mencegah penyakit campak.
Kepala Dinas Kesehatan Jombang, drg Budi Nugroho, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Haryo Purwono, menjelaskan, imunisasi hanya diberikan untuk siswa kelas 1, 2 dan kelas 5.
TD diberikan untuk mencegah penyakit difteri, sedangkan TD untuk pencegahan penyakit tetanus.
Seluruh siswa kelas 1, 2 dan 5 wajib mendapatkan vaksin tersebut.
’’BIAS Ini program nasional, jadi semua siswa wajib mendapatkan vaksin ini setiap tahun,’’ jelasnya.
Menurutnya, tidak ada penyakit khusus yang membuat siswa tidak bisa mendapatkan imunisasi TD dan DT.
Maupun HPV untuk mencegah kanker serviks atau kanker leher rahim.
’’Menurut disiplin ilmu, sebetulnya tidak ada kontra indikasi absolut imunisasi. Jadi semua kondisi fisik boleh untuk divaksin, baik yang memiliki penyakit bawaan maupun tidak,’’ jelasnya.
Hanya saja, karena ini program nasional, untuk menjaga kehati-hatian, dan untuk evaluasi ke depan, dikhawatirkan jika terjadi sakit agar diketahui penyebab pastinya.
Apakah sakit lain atau akibat dari vaksin. ’’Biar penyebabnya tidak bias, jadi untuk hati-hati disarankan untuk vaksin dalam kondisi sehat,’’ tegasnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW