Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sambangi Kampung di Jombang yang Terdampak Krisis Air, Mensos Risma Janjikan Ini ke Warga

Achmad RW • Senin, 30 Oktober 2023 | 14:29 WIB
Mensos RI Tri Risma Harini saat meninjau kampung yang terdampak kekeringan dan krisis air di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Jombang
Mensos RI Tri Risma Harini saat meninjau kampung yang terdampak kekeringan dan krisis air di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Jombang

JOMBANG – Menteri Sosial RI Tri Risma Harini mengunjungi warga terdampak kekeringan dan krisis air di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Jombang Minggu (29/10) pagi.

Dalam kunjungannya itu, Risma menjanjikan akan membantu warga untuk membangun sumur bor agar kekeringan dan krisis air bisa teratasi.

Risma datang di kampung terdampak kekeringan dan krisis air didampingi sejumlah pejabat dari Kementerian Sosial juga dari Pemkab Jombang.

Tidak hanya berbincang dengan warga, Risma juga mengecek keberadaan sumur Pamsimas (Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) di desa tersebut.

Begitupun dengan fasilitas pendukung berupa tandon yang biasanya jadi lokasi titik dropping air di desa.

”Saya datang setelah mendapatkan berita ini dari media ya, terus kita cek lokasi dan ternyata benar warga di sini mengalami krisis air bersih,” ungkapnya.

Risma menyebut, kebutuhan air bersih adalah kebutuhan yang vital bagi kelangsungan hidup warga.

Karenanya, pihaknya menyebut akan berupaya untuk bisa membantu warga agar kebutuhan air bersih bisa terus tercukupi.

”Ya karena kalau sumber yang tadi itu, kita cek kualitasnya jelek, itu bahaya sekali karena kalau mengandung kapur pasti ginjalnya kena. Nah, karena itu kita akan alihkan ke sumber yang lain,” ungkapnya.

Terlebih, pihaknya telah berkoordinasi dan menyebut telah menemukan sumber air yang lebih layak di desa itu.

Meskipun pengeborannya akan lebih sulit dan memakan energi karena berada di kedalaman hingga 120 meter.

Baca Juga: Krisis Air Bersih di Jombang Diperparah Dua Proyek Pamsimas yang Tak Berfungsi Maksimal

”Memang butuh pengeboran cukup dalam 120 meter. kemudian kan nggak bisa kalau untuk narik (air) ke atas juga nggak bisa butuh pompa. Nah pompanya juga harus cukup besar,” lontarnya.

Namun, bukan tak mungkin hal itu dilakukan. Jika nanti proyek itu berjalan, diharapkan ada pula pembangunan tandon air yang akan mempermudah penyimpanan air bersih itu.

”Sambil menunggu itu tentu kita akan beri suplai air bersih dulu secara teratur ya,” lontarnya.

Disinggung terkait pembangunan sumur bor baru itu, pihaknya menyebut akan dilakukan dalam waktu secepatnya.

”Tadi dia minta dua bulan sebetulnya, tapi kami tawar secepatnya karena kalau enggak kan kami isi juga dengan tangki air,” imbuhnya.

Pihaknya optimistis, cara itu akan bisa menanggulangi kekeringan dan krisis air bersih yang selalu melanda warga Dusun Tondowesi setiap tahun setiap kali musim kemarau datang.

”Kita sudah buktikan ini di Gunungkidul (DIY,Red), yang dulunya selalu krisis air, sekarang waktu sudah ketemu sumbernya bisa dilakukan itu,” pungkasnya. (riz/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#krisis air #risma #Jombang #Menteri sosial #kekeringan #Tri Risma Harini