JOMBANG - Saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (20/10), Ketua MWCNU Kecamatan Perak sekaligus Pengasuh PP Al Munawir, KH Abdul Haris (Gus Haris), menjelaskan pentingnya bersyukur kepada Allah SWT.
’’Bahkan bisa kencing pun harus kita syukuri,’’ tuturnya.
Jika ingin mensyukuri nikmat bisa kencing, pergilah ke poli urologi rumah sakit.
Setiap hari ada puluhan bahkan ratusan pasien yang antre berobat karena tidak bisa kencing secara normal.
Bahkan sampai ada yang harus dipasang selang dan kemana-mana membawa botol penampung urine.
Gus Harus cerita, ada orang yang kesakitan saat kencing. Dia lantas menjalani operasi saluran kencing di rumah sakit.
Setelah operasi, dia ini nangis sesenggukan. Dokter kemudian mendatanginya. Si dokter berkata;
Jika memang nangis karena sedih tak punya biaya, nanti rumah sakit bisa memberi keringanan.
Pasien berkata, dia menangis bukan karena tak punya biaya.
Namun dia menyesal karena selama ini tak pernah bersyukur atas nikmat bisa kencing secara normal.
Baca Juga: Binrohtal 2.060, Pentingnya Anjuran Menutup Aib
’’Nikmat memang baru terasa setelah hilang,’’ ucapnya.
Nikmat sehat baru terasa setelah sakit. Nikmat masa muda baru terasa setelah tua.
Nikmat waktu longgar baru terasa setelah sibuk.
Nikmat punya harta baru terasa setelah miskin. Nikmat hidup baru terasa setelah mati.
Cara mensyukuri nikmat yakni dengan menggunakannya sesuai tuntunan Allah SWT dan Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Untuk mensyukuri nikmat bisa kencing, kita harus kencing sesuai teladan Rasulullah. Tidak kencing dengan berdiri.
Tetapi kencing dengan duduk atau jongkok. Tidak makan minum sambil berdiri. Tetapi makan minum dengan duduk.
Gus Haris menjelaskan, dalam hidup ini, kita harus mendahulukan melaksanakan kewajiban dibanding menuntut hak.
Seperti yang disebutkan dalam QS Alfatihah 5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Jadi melaksanakan kewajiban menyembah dulu, baru meminta hak berdoa minta pertolongan.
’’Hubungan dengan Allah SWT, dengan keluarga, dengan pekerjaan, dan dengan siapapun, jika kita dahulukan kewajiban, pasti akan sukses,’’ tegasnya.
Dengan keluarga, kita laksanakan kewajiban lebih dulu untuk memberikan nafkah dan bimbingan agama.
Baca Juga: Binrohtal 2.057, Zuhud Kiat Agar Dicintai Allah dan Manusia
’’Dengan atasan dalam hal pekerjaan, kita laksanakan tugas dulu dengan sebaik-baiknya. Baru menuntut upah,’’ paparnya.
Jika itu kita lakukan, pasti semua berjalan baik dan nyaman. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW