Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kemarau Panjang, BPBD Jombang Sebut Ada 3 Desa di Jombang Kesulitan Air Bersih

Anggi Fridianto • Rabu, 25 Oktober 2023 | 13:10 WIB

 

Warga Desa Klitih, Kecamatan Plandaan yang sedang membawa timba untuk mencari air bersih yang makin sulit ditemukan di desa itu.
Warga Desa Klitih, Kecamatan Plandaan yang sedang membawa timba untuk mencari air bersih yang makin sulit ditemukan di desa itu.

JOMBANG - Hingga akhir bulan Oktober 2023, tercatat ada  tiga desa di dua kecamatan di Kabupaten Jombang yang mengalami kesulitan air bersih.

Setiap hari, tim BPBD Jombang melakukan droping air bersih di lima dusun tersebut secara bergiliran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang Bambang Dwijo Pranowo menyampaikan, titik kesulitan air, masing-masing berada di kecamatan Bareng dan kecamatan Plandaan.

Masing-masing di Dusun Serning, Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Dusun Rapahombo dan Dusun Brangkal, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan.

Serta Dusun Tondowesi dan Dusun/Desa Klitih, Kecamatan Plandaan.

”Sampai hari ini kita sudah melakukan penanganan di lima titik itu,’’ ujarnya melalui Stevie Maria penanggung jawab operasional lapangan.

Dijelaskan, penanganan yang dilakukan itu darurat droping air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar masyarakat.

Selain itu, berkoordinasi dengan BPBD Jawa Timur untuk memberikan pelayanan dan bantuan penanganan darurat.  

Dalam sekali kirim, jelasnya, satu tangki dengan total 5.000 liter air bersih langsung habis.

Jumlah tangki juga akan disesuaikan dengan jumlah penduduk pada satu lokasi yang kesulitan air bersih tersebut.

Baca Juga: Masalah Menahun, Begini Cara Petani Kesamben Siasati Kesulitan Air Saat Kemarau

Dengan kata lain, dalam satu dusun bisa dikirim dua sampai empat tangki untuk sekali pengiriman.

”Pada prinsipnya kita menghitung berdasarkan kebutuhan hidup dasar masyarakat,’’ jelas dia.

Sesuai informasi dari BMKG yang diterimanya, kemarau panjang masih akan berlangsung hingga pertengahan November nanti.

Hal ini disebabkan dampak El Nino yang membuat kemarau lebih panjang dari tahun sebelumnya.

”Sehingga debit air menurun terutama di wilayah topografi yang tinggi,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Jombang #kesulitan air bersih #Kecamatan #Desa