Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

3 Ribu Peserta Ikuti Peringatan HSN di PP Darul ‘Ulum Kepuhdoko Jombang

Achmad RW • Senin, 23 Oktober 2023 | 14:10 WIB

 

 

Pelaksanaan peringatan HSN di PP Darul
Pelaksanaan peringatan HSN di PP Darul

JOMBANG – Upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Pondok Pesantren (PP) Darul ‘Ulum Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang berjalan khidmat.

Diikuti 3.000 peserta dari santri PP Darul ‘Ulum Kepuhdoko, PCNU Jombang, MWC NU beserta Banom NU se-Jombang,

Diharapkan, warga mengambil hikmah dari peristiwa Resolusi Jihad  22 Oktober 1945.

’’Pesantren ini mempunyai sejarah berkaitan dengan peristiwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Makanya dipilih PCNU Jombang menjadi tempat upacara HSN,’’ kata Pengasuh PP Darul ‘Ulum Kepuhdoko, KH Musta’in Hasan.

Kala itu, KH Wahab Hasbullah, salah satu pendiri NU mengumpulkan dan berpidato di hadapan warga ponpes setempat.

’’Agar warga nahdliyin bersedia dan rela berangkat ke Surabaya mengikuti jihad,’’ imbuhnya.

Saat itulah warga berbondong-bondong berangkat ke Surabaya. Mereka menggunakan moda transportasi kereta api relasi Ploso-Tapen-Surabaya.

Peringatan HSN mendidik para santri dan mengingatkan pada warga nahdliyin agar tidak melupakan Resolusi Jihad.

’’Dan mengambil hikmah nilai-nilai yang ada dari peristiwa itu,’’ terangnya.

Sementara Katib Syuriyah PCNU Jombang, KH Sholahuddin Fatkhurrahman, atau Gus Anang menjadi pembina upacara.

Baca Juga: PP Darul 'Ulum Kepuhdoko Jombang Peringati  1 Muharam dengan Istighotsah dan Apel  

’’Saya datang di Pondok Doko karena ada hubungan kekeluargaan sangat kental antara kakek saya, KH Aziz Bisri, dengan keluarga pondok,’’ kata Gus Anang.

KH Aziz Bisri tergabung dalam tentara Hizbullah saat agresi militer 1948 bermarkas di Pondok Kepuhdoko. B

atalyon Mansur Sholihin dan Batalyon Munasir dibawah komando KH Wahib Wahab Tambakberas, Jombang.

Mereka menghadapi tentara Belanda bermarkas di PG Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto dalam perang Gedeg.

’’Saya mengajak warga nahdliyin agar mendidik putra-putrinya mempelajari dan mendalami ideologi ahlussunah wal jamaah, memasukkan mereka ke sekolah, pesantren atau sekolah nahdliyin,’’ urai cucu KH Bisri Syansuri ini.

Usai upacara dilanjutkan ramah tamah. Panitia menyediakan sebanyak 450 tumpeng. Ditutup dengan nonton bareng film jejak dua ulama, KH A Dahlan dan KH Hasyim Asyari. (fid/jif)

 

Editor : Achmad RW
#Kepuhdoko #Jombang #PP Darul Ulum #Hari Santri nasional #hsn