JOMBANG - Pj Bupati Jombang Sugiat mengungkapkan, pencegahan dan penanganan stunting telah menjadi agenda nasional.
di mana semua pihak, mulai dari pemerintah pusat sampai dengan pemerintah desa diminta untuk terlibat.
“Namun, permasalahan stunting masih terjadi dan cenderung meningkat. Pencegahan dan penanganan stunting menuntut adanya konvergensi pengelolaan program, kegiatan dan layanan,” katanya.
Sugiat menambahkan, layanan masyarakat untuk pencegahan dan penanganan stunting perlu dipastikan di desa agar dapat diakses oleh masyarakat.
Kelompok sasaran pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi prioritas utama dalam pencegahan dan penanganan stunting.
Kelompok prioritas ini perlu dipastikan dapat mengakses 5 layanan utama penanganan stunting.
"Di antaranya kesehatan ibu dan anak (KIA), konseling gizi terpadu, sanitasi dan air bersih, jaminan sosial dan pendidikan anak usia dini (PAUD),” paparnya.
Ia mengungkapkan, desa perlu mengambil peran besar, sekaligus bertanggung jawab atas terjadinya konvergensi lima layanan utama pencegahan stunting.
Untuk mewujudkan harapan tersebut, dipandang perlu dibentuk dan ditugaskan kader desa, yang kemudian disebut kader pembangunan manusia (KPM) yang mendapatkan tugas khusus.
Tugas khusus yang dimaksud adalah mendata sasaran, memantau layanan, dan mengkomunikasikan masalah lapangan kepada pengambil keputusan.
"Yaitu pemerintah desa dan penyedia layanan dalam wadah Rumah Desa Sehat,” tegasnya.
Baca Juga: DPPKB-PPPA Jombang Gelar Diseminasi dan Audit untuk Tekan Kasus Stunting
Untuk menjalankan tugas khusus secara optimal, perlu dilakukan peningkatan kapasitas.
Sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan efektif sesuai kebutuhan lapangan dan dinamika yang berkembang di masyarakat.
Menurutnya, pelatihan sebagai salah satu bentuk peningkatan kapasitas memegang peranan penting dalam menyiapkan pelaku program.
Terutama kader desa, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap terkait pencegahan stunting.
“Dengan memiliki kapasitas tersebut, para kader diharapkan dapat mendorong kegiatan pencegahan stunting ke dalam perencanaan dan penganggaran di desanya masing masing,” pungkas Sugiat. (yan/naz)
Editor : Achmad RW