Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Produksi Telur Asin Rejosopinggir, Jombang yang Masih Pakai Cara Tradisional

Azmy endiyana Zuhri • Senin, 16 Oktober 2023 | 15:22 WIB
Indi Wahyuni, 41, tengah memproduksi telur asin di rumahnya, di Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang, Jombang
Indi Wahyuni, 41, tengah memproduksi telur asin di rumahnya, di Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang, Jombang

JOMBANG – Warga Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang banyak menekuni usaha beternak bebek petelur.

Namun, tidak semua hasil telur bebek itu dijual mentahan.

Sebagian ada yang diolah menjadi telur asin. Hasilnya mendongkrak omzet penjualan telur.

Salah satunya dilakukan Indi Wahyuni, 41. Ia sudah menggeluti usaha pembuatan telur asin sejak 1991.

”Sudah 31 tahun saya membuat telur asin ini,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Untuk menjaga kualitas rasanya, dari dulu cara pembuatannya tidak berubah.

Ia memanfaatkan batu bata yang dihaluskan dan garam kasar atau yang sering disebut garam krosok.

Dengan cara ini, produk telur asin lebih gurih dan lebih tahan lama.

“Pembuatannya dari dulu ya tetap seperti ini tidak berubah. Karena ingin menjaga kualitas,” bebernya.

Proses pembuatan telur ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

Pertama, bahan baku telur bebek dibersihkan terlebih dahulu.

Baca Juga: Menengok Usaha Penetasan Bebek yang Bertahan Puluhan Tahun di Jombang

Kemudian dimasukkan ke dalam adonan pasir dari batu bata yang dihaluskan dengan dicampur air.

”Adonan bata itu juga diberi garam agar asinnya bisa meresap,” bebernya.

Telur didiamkan dalam laburan adonan pasir selama satu minggu.

Setelah satu minggu, telur-telur  itu dibersihkan dari sisa bata yang menempel di cangkang.

”Kemudian baru direbus selama satu jam,” bebernya. 

Dengan dimasukkan ke dalam adonan batu bata yang dihaluskan bersama garam, membuat kualitas telur asin menjadi lebih masir dibandingkan hanya direbus biasa.

”Ada itu yang hanya direndam dengan air garam. Prosesnya memang cepat tapi rasanya berbeda,” pungkasnya. 

 

Sekali Produksi Bisa Hasilkan 200 Butir Telur Asin

Meski membutuhkan waktu relatif lama, dalam sekali produksi, Indi Wahyuni bisa memproduksi sebanyak 200 butir telur asin.

Terlebih dengan pengalamannya yang sudah puluhan tahun membuat telur asin, membuatnya menikmati aktivitasnya ini.

”Ya karena sudah puluhan tahun jadi sudah terbiasa dan bisa cepat. Yang lama kan menunggu meresapnya itu sampai 7 hari,” katanya.

Baca Juga: Melihat Proses Produksi Ampok Tanpa Pengawet dari Jombang, Dijamin Nikmat Plus Menyehatkan

Telur bebek ia dapat dari sejumlah tetangga yang beternak. Seiring usahanya yang terus berkembang, pelanggannya pun semakin luas.

Tidak hanya dari wilayah Jombang, namun juga dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur.

”Paling banyak ya Jombang sendiri sebagian dari Mojokerto, Kediri, dan Nganjuk,” katanya.

Untuk saat ini, dirinya tidak mengirimkan telurnya ke luar Jawa.

Karena khawatir pengirimannya lama sehingga risiko telurnya busuk di jalan.

”Ya takutnya nanti busuk kasihan pembeli. Soalnya kalau tidak dimasukkan kulkas hanya bertahan 1 minggu,” bebernya.

Untuk harga jualnya sendiri, tergantung ukuran besar kecilnya telur.

”Tergantung ukurannya mulai dari Rp 2.500 hingga Rp 3 ribu per butirnya,” pungkasnya.(yan/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#rejosopinggir #telur asin #Jombang