Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

212 Orang di Jombang Terjagkit HIV/AIDS Sepanjang 2023, Pegidapnya Mayoritas Laki-laki Usia Produktif

Wenny Rosalina • Minggu, 15 Oktober 2023 | 16:12 WIB

 

Ilustrasi kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jombang
Ilustrasi kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jombang

JOMBANG – Angka HIV AIDS di Jombang tahun ini naik tajam. Sejak Januari hingga Agustus, ditemukan 212 kasus baru yang tersebar hampir di semua kecamatan.

Ironisnya, mayoritas kasus HIV/AIDS di Jombang menyerang laki-laki usia produktif, antara 25-49 tahun.

”Angka itu tidak semua orang Jombang, ada juga yang dari luar Jombang 38 orang,” kata drg Budi Nugroho Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, melalui Haryo Purwono Kabid P2P, kepada wartawan koran ini kemarin.

Ia merinci, sejumlah 212 temuan penderita baruitu 174 di antaranya tersebar di 21 kecamatan. Selebihnya, 38 orang berasal dari luar daerah.

Maksudnya, 38 kasus baru tersebut ditemukan di tempat pelayanan kesehatan di Jombang.

Namun identitas kependudukannya berasal dari luar Jombang.

Disampaikan, penyakit HIV/AIDS menyerang beragam usia, namun yang paling banyak justru berasal dari kalangan produktif.

Yakni di rentang usia 25-49 tahun, jumlahnya sebanyak 67,5 persen. Mayoritas pengidapnya juga laki-laki.

“Adapun penyebabnya, paling banyak karena hubungan seksual bebas,” bebernya.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, lanjut dia, tahun ini memang terjadi kenaikan tajam.

Sebab, baru sampai bulan Agustus saja,  temuan kasus baru sudah mencapai 212 orang.

Baca Juga: Stigma Negatif Hambat Penanganan HIV/AIDS di Jombang

Dalam hitungan yang sama tahun 2021 lalu, ada temuan 156 kasus baru, dan tahun 2022 ada temuan 196 kasus.

Ia menyampaikan, penderita HIV/AIDS mendapatkan penanganan khusus, baik pengobatan di rumah sakit maupun puskesmas.

Pasien juga mendapatkan pendampingan dari kelompok peduli AIDS atau kelompok sebaya.

”Jika sudah terdeteksi, kami juga melakukan pelacakan bagi penderita yang belum mendapatkan pengobatan, juga ada pemantauan pengobatan melalui test viral load di RSUD Jombang untuk mengetahui progres pengobatan,” tambahnya.

Haryo menegaskan, pengobatan untuk penderita HIV/AIDS di Jombang gratis.

Sebagai upaya pencegahan, sosialisasi mengenai HIV/AIDS harus gencar dilakukan.

Terutama kepada anak-anak sekolah. Sosialisasi juga dilakukan di desa-desa melalui puskesmas.

“Skrining HIV/AIDS juga dilakukan kepada penderita TBC, juga pada ibu hamil. Untuk anak dari ibu orang dengan HIV/AIDS (ODHA) kita berikan makanan tambahan dan susu,” pungkas Haryo. (wen/bin/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#HIV/AIDS #2023 #Jombang