JOMBANG – Sebagian perajang tembakau di Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu, kini mengolah dan memproses tembakau dari luar Jombang.
Selain panen raya tembakau segera berakhir, saat ini harga tembakau rajang cenderung lebih tinggi.
”Sudah hampir habis panen tembakau di sini, tinggal yang sogleng atau daun terakhir, untuk daun utama atau babok sudah habis,” kata Awi Suryadi salah seorang petani tembakau di Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu, kemarin.
Untuk memproses daun tembakau yang dirajang, ia dibantu tiga anggota keluarganya. Sekaligus untuk pengeringan.
Dikatakan, tembakau yang dia proses tak semuanya hasil panen miliknya sendiri.
Sebab, beberapa petani lainnya juga menjual daun basah. ”Lalu dirajang di sini,” imbuh dia.
Hal itu setelah harga tembakau cenderung tinggi. Tembakau miliknya dihargai Rp 39.000 per kilogram untuk rajangan campur gula.
”Sementara rajangan non-gula Rp 52.000 per kilogram,” tuturnya.
Harga itu berbeda jauh dengan musim panen tahun sebelumnya. Rata-rata, sampai akhir panen tak sampai Rp 30.000 per kilogram.
Tembakau rajang miliknya dikirim ke Jawa Tengah. ”Tidak dikirim ke pabrik, sudah ada orang Jawa Tengah yang ambil,” tambah dia.
Baca Juga: Petani Tembakau di Jombang Panen Untung, Cuacanya Mendukung, Harganya juga Lagi Melambung
Sementara itu, Wakil Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang Tek Diwanto, mengatakan panen tembakau di wilayah utara Brantas saat ini sudah mendekati akhir panen.
”Sebenarnya masih ada panen kedua atau tinggal daun sogleng, karena daun utama sudah habis,” katanya.
Diakui, karena mendekati akhir panen itulah sebagian tembakau yang dirajang petani tak hanya dari Jombang.
Tembakau dari luar daerah juga diproses oleh perajang sekitar.
”Jadi sekarang banyak perajang atau pemroses tembakau ambil dari Tuban, Lamongan, sampai Nganjuk dan Gresik, karena di lahan sekarang sudah hampir habis,” imbuh dia.
Selain jelang panen berakhir, saat ini harga rajangan tembakau masih tinggi.
”Pertama faktor cuaca mendukung, kedua harganya sekarang bagus,” ujar Tek.
Untuk tembakau rajang memakai gula berkisar Rp 37.000 – Rp 42.000 per kilogram.
Sementara rajangan non-gula berkisar Rp 52.000 – Rp 54.000 per kilogram.
”Untuk varietas tembakau Rejeb masuk ke Temanggung Jawa Tengah,” lanjut dia.
Karena alasan itulah daun tembakau dari luar diproses perajang di Jombang.
”Bisa jadi harga daun basah dari luar murah, tidak setinggi di Jombang,” ujar dia.
Begitu juga, untuk tembakau janturan atau tembakau utuh yang dikeringkan harganya juga cenderung tinggi. ”Sekarang per kilogram Rp 52.000 untuk janturan,” pungkasnya. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW