Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dorong Petani Pakai Pupuk Organik, Ganjar Pranowo: Kita Ajak Pelan-Pelan

Achmad RW • Kamis, 5 Oktober 2023 | 13:45 WIB
Petani bawang merah di Brebes merasakan tanahnya subur dan produktivitasnya meningkat 30 persen setelah menggunakan pupuk organik.
Petani bawang merah di Brebes merasakan tanahnya subur dan produktivitasnya meningkat 30 persen setelah menggunakan pupuk organik.

RADAR JOMBANG - Ajakan Ganjar Pranowo agar petani beralih ke pupuk organik disambut antusias para petani.

Contohnya, petani bawang merah di Brebes yang beralih menggunakan pupuk organik, justru semakin untung.

Selain tanahnya subur, produktivitasnya pun meningkat 30 persen.

Penyuluh pertanian di Kecamatan Brebes Hery Priyono mengatakan, sebelumnya lahan pertanian di Brebes banyak rusak karena penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang berlebihan.

Karena itu, ajakan Ganjar agar menggunakan pupuk organik ditindaklanjuti petani dengan mengikutsertakan delapan kelompok tani dari delapan desa.

”Kedatangan Pak Ganjar Pranowo tahun lalu dalam rangka pemulihan penyehatan lahan kami tindaklanjuti. Kami lalu belajar bioremidiasi atau penyehatan lahan garapan,” tuturnya, Rabu (21/6).

Hasilnya, dalam kurun waktu setahun belakangan, petani mulai merasakan perubahan pada kondisi tanah.

Kini setelah mendapatkan perlakuan semiorganik dengan pupuk dan pestisida alami, serta mengurangi penggunaan produk kimia, tanah garapan lebih sehat.

Selama setahun ini, mereka menyadari bahwa dari dua sampai tiga kali panen, produksi juga meningkat.

"Panen di Desa Wangen Dalem bisa menghasilkan 13,6 ton bawang merah. Sementara yang biasa (pakai kimia) hanya berkisar 9-11 ton,” bebernya.

Ketua Gapoktan Unggul Makmur, Desa Krasak, Wiyono mengakui hal itu.

Namun, dia mengakui penggunaan pupuk organik memang belum 100 persen.

Pupuk organik masih dikombinasikan dengan pupuk kimia. Terutama jika serangan hama menggila.

Jika dulu dengan pupuk  pakai kimia full itu per musim tanam ia butuh butuh sekitar Rp 10 juta. Nah, kalau (dipadukan) pakai pupuk organik sekitar Rp 7 jutaan.

"Kini bawang yang dihasilkan pun cenderung super lebih besar. Panennya dulu 1,5 ton, sekarang bisa 1,8 ton sampai 2 ton,” terangnya.

Ganjar Pranowo memang menyarankan petani bawang di Brebes beralih ke pupuk organik guna mengembalikan kesuburan tanah.

Pupuk itu subsidinya berkurang, Karenanya, Ganjar mengajak mereka untuk pindah ke organik dan petani setuju.

"Cuma, memang harus pelan-pelan. Jadi, kalau sudah masuk masa tanam, masa pemupukan kita turunkan tim,” kata Ganjar saat itu.

Atas keberhasilannya itu, Kementerian Pertanian RI menilai Ganjar Pranowo berhasil menjalankan program peningkatan kesejahteraan petani di Jawa Tengah.

Untuk itu, Ganjar diusulkan menerima dua tanda kehormatan, yakni gelar tanda kehormatan (GTK) Satyalencana Pembangunan dan Wira Karya.

Sementara di Kabupaten Jombang, upaya mendidik petani untuk menggunakan pupuk cair juga terus digalakkan oleh Dinas Pertanian Jombang.

Bahkan, di tahun ini, bantuan pupuk kepada petani, akan mulai dilakukan dalam bentuk pemberian pupuk cair.

Baca Juga: 5Ng, Cara Ganjar Pastikan Kesehatan Ibu dan Bayi

”Tentunya luas lahan yang diberi bantuan pupuk cair akan kami petakan. Karena, pengajuan kita antara 5.000 sampai dengan 7.000 hektare,” terang Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang M Rony kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dari usulan itu, pihaknya akan melihat realisasi yang akan diberikan.

”Mudah-mudahan bisa lebih banyak yang dapat (bantuan). Karena, harapan kami untuk lokasi-lokasi yang memang benar-benar membutuhkan pupuk sehingga bisa meningkatkan atau minimal mempertahankan kesuburan lahan dan meningkatkan produksi tanaman pada musim yang sama,” tukas Rony. (riz/naz/riz)

 

 

 

Editor : Achmad RW
#Ganjar Pranowo #petani #Pupuk organik