Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ratusan Sopir Truk Nobatkan Ganjar Pranowo Sebagai Bapak Truk Nusantara, Ini Alasannya

Achmad RW • Senin, 2 Oktober 2023 | 13:47 WIB
Ganjar Pranowo menemui para sopir truk yang menobatkannya sebagai Bapak Truk Nusantara pada Senin (4/9).
Ganjar Pranowo menemui para sopir truk yang menobatkannya sebagai Bapak Truk Nusantara pada Senin (4/9).

RADAR JOMBANG - Ratusan sopir truk mengepung Kantor Gubernur Jawa Tengah menjelang berakhir masa jabatan Ganjar Pranowo pada Senin (4/9).

Bukan untuk demonstrasi, mereka justru ingin menobatkan politikus berambut putih itu sebagai “Bapak Truk Nusantara”.

Lebih dari 130 sopir truk itu mulai berkumpul di sepanjang Jalan Pahlawan, Kota Semarang sekira pukul 14.15 WIB.

Tampilan truk-truk mereka agak berbeda, karena di setiap bak truk ada gambar Ganjar Pranowo dengan berbagai pose dan quote unik yang beragam.

Para sopir truk yang tergabung dalam Komunitas Truk Nusantara tersebut sengaja datang untuk menyampaikan terima kasih kepada Ganjar.

”Sebenarnya sejak tahun lalu, teman-teman komunitas truk ingin menobatkan (Pak Ganjar) sebagai Bapak Truk Nusantara karena komunitas truk ingin punya bapak angkat yang bisa melindungi dan mengayomi,” ujar Koordinator Aksi Kopdar Truk Nusantara Om Irul Explor.

Menurut Irul, penobatan itu bukan tanpa alasan. Ganjar dinilai berperan dalam membasmi pungutan liar (pungli) di jembatan timbang, sehingga membuat para sopir truk nyaman dalam bekerja.

Pada 2014, atau satu tahun menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar langsung “bersih-bersih” di tubuh birokrasi pemerintahan, salah satunya di jembatan timbang.

Dari awal kepemimpinan pak Ganjar sudah langsung membuat gebarakan, tindakannya nyata membasmi pungli di jembatan timbang Subah Batang, dan itu luar biasa.

"Dampaknya pungli semakin minim. Pak Ganjar juga membuka layanan aduan yang apabila ada pungli, bisa lapor dan langsung ditindak,” paparnya.

Sikap tegas dari Ganjar bukan hanya berdampak pada sopir truk di Jawa Tengah, melainkan juga dari daerah lain di Indonesia.

”Maka, kita ada sekitar 125 sampai 130 truk datang ke sini, dan tiap truk rata-rata tiga orang. Ada dari Madura, Pacitan, Malang, Kuningan, dan berbagai daerah di Jateng. Kami berharap, ketegasan Pak Ganjar bisa dilanjutkan oleh pemimpin Jawa Tengah berikutnya,” ungkapnya.

Ade Hermanto, seorang sopir truk ekspedisi mengaku, tidak ada lagi pungli pada jembatan timbang di Jawa Tengah sejak Ganjar marah-marah.

Dulu sopir harus menyiapkan “amplop” untuk bisa lolos dari jembatan timbang.

”Sejak Pak Ganjar ngamuk sudah aman. Sekarang hanya siapkan surat-surat saja,” terangnya.

Setelah sejam, Ganjar pun menemui para sopir truk dari berbagai daerah tersebut.

Ganjar lantas menyapa satu-satu para sopir, sekaligus melihat truk-truk yang terparkir rapi itu.

”Dari sidak jembatan timbang dan beberapa keluhan dari sopir truk itu semoga dapat membuat pemerintah bersikap lebih baik sehingga para sopir truk nyaman di jalan,” tandasnya.

Sementara di Jombang, upaya Ganjar yang ditunjuk sebagai “Bapak Truk Nusantara” juga didukung Paguyuban Sopir Mobil Angkutan (Pasoma).

Pasoma menilai, langkah cepat dan cerdas Ganjar itu perlu dilanjutkan dan jadi fenomena getok tular.

”Tentu apa yang sudah dilakukan pak Ganjar Pranowo di Jawa Tengah itu berdampak besar bagi teman-teman sopir memang, di mana praktik pungli itu hilang,” ungkap Joko Fattah Rochim, Koordinator Pasoma Jombang.

Ia berharap, gebrakan dan kegiatan yang membuktikan sensitifnya pemerintah kepada nasib kaum sopir seperti yang dilakukan Ganjar Pranowo, juga bisa diadopsi seluruh pemimpin di Indonesia, termasuk di Jawa Timur.

”Seperti saat ada kemacetan, pak Ganjar langsung gercep menelepon PU, dishub, bagaimana solusi cepat, ini yang benar-benar dibutuhkan Indonesia,” ungkapnya. (riz/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Ganjar Pranowo #sopir #Nusantara