Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Debu Serbuk Kayu Masih Bertebaran di Tunggorono Jombang, Sejumlah Bayi Jadi Korbannya Usai Terjangkit ISPA

Anggi Fridianto • Rabu, 27 September 2023 | 12:39 WIB

 

 

Warga Tunggorono menunjukkan dampak debu serbuk kayu tebal yang masih terus muncul setiap hari. Debu ini adalah libah pabrik pengolah kayu di sekitar desa itu.
Warga Tunggorono menunjukkan dampak debu serbuk kayu tebal yang masih terus muncul setiap hari. Debu ini adalah libah pabrik pengolah kayu di sekitar desa itu.

JOMBANG – Debu serbuk kayu yang dikeluhkan warga Dusun/Desa Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang, hingga kini belum klir.

Hingga Selasa (26/9), tuntutan warga agar limbah pabrik kayu itu dibersihkan dan tak disebarkan belum terpenuhi.

Setiap hari, warga terus dipaksa menghirup debu serbuk kayu. Bahkan, sejumlah balita mulai terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

”Dua warga yang masih anak-anak dan balita ada di RT 1. Kemudian terbaru keponakan sendiri. Dirawat di RSUD Jombang karena diserang ISPA,’’ kata Edwin, 38, salah satu warga Tunggorono kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (26/9).  

Tiga anak-anak dan balita yang mengalami ISPA itu gejalanya hampir sama. Yakni pernafasan terganggu.

Mulai sesak hingga batuk-batuk. ”Bagaimana kesehatan warga kami tidak terdampak, selama tiga bulan ini kami dipaksa menghirup debu serbuk kayu,’’ terangnya.

Terhadap keluhan itu ia sebenarnya sudah menyampaikan tuntutan ke pihak perusahaan.

Bahkan, ia bersama warga lainnya sudah tiga kali mendatangi pabrik yang terletak di Jl Prof Dr Nurcholish Madjid No 173 tersebut.

”Kita sudah sampaikan tuntutan sampai tiga kali. Kebetulan yang kemarin kami baru bisa menemui pihak perusahaan. Namun nyatanya. Tetap tidak ada tanggungjawab dari pabrik,’’ jelas dia.

Kondisi cukup parah terpantau di RT 2 RW 1. Sejumlah warga  mengeluhkan debu yang melanda sejak Juli lalu.

Setiap dua jam sekali, warga harus menyapu atau bahkan menyemprot rumah dengan air untuk menghilangkan debu.

”Saat ini kami merasakan dampak dari debu serbuk kayu,’’ beber Edwin.

Beberapa dampak lain yang dirasakan warga dari debu serbuk kayu itu pakaian menjadi kotor. Termasuk berdampak serius bagi kesehatan.

Sejak munculnya debu serbuk kayu itu tiga balita di Dusun Tunggorono memang dilaporkan terserang penyakit ISPA.

Jika dalam pekan ini debu serbuk kayu masih bertebaran maka warga akan melakukan tindakan lebih ekstrem dengan menghentikan produksi pabrik.

”Kita sudah menyampaikan ke pabrik, jika sampai Jumat besok tidak ada realiasi, maka kami akan melakukan ke pabrik langsung,’’ pungkasnya.

Sayang, upaya Jawa Pos Radar Jombang melakukan konfirmasi ke pihak managemen pabrik, lagi-lagi belum membuahkan hasil.

”Saya kasih nomor pabrik nanti sampean janjian minta waktu bertemu pak Samsul,’’ terang Imam, salah satu security saat ditemui di depan pabrik, kemarin (26/9).

Petugas keamanan itu mengaku tak punya wewenang untuk mengizinkan wartawan memasuki area aprik tanpa seizin pimpinan pabrik.

Ketika nomor Samsul Arifin pimpinan pabrik dihubungi, terdengar nada sambung tapi tidak diangkat. Pesan WhastApp maupun panggilan pribadi juga tak direspons.

Sementara itu, Kepala Dusun Tunggorono Moch Rifai membenarkan hingga sekarang debu serbuk kayu yang melanda warga Desa Tunggorono masih ada.

”Ya sampai sekarang masih ada. Kemarin kami memfasilitasi warga bertemu pabrik, namun belum ada solusi,’’ ujar dia.

Dijelaskan, total ada 250 kepala keluarga (KK) dengan jumlah  800 warga Dusun Tunggorono yang terdampak debu.

”Kemarin juga ada satu yang opaname akibat debu serbuk kayu,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#tunggorono #Jombang #debu #Serbuk Kayu