JOMBANG – Polisi, juga mengungkap kronologi lengkap pembunuhan wartawan media online di Jombang yang dilakukan M Hasan Syafii alias Daim Kamis (14/9) malam.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto menjelaskan, peristiwa itu dimulai sekitar pukul 18.00-19.30.
“Jadi peristiwanya itu ditembak dulu pakai senapan angin, baru dipukul dengan palu,” ucap Aldo.
Saat itu, korban Sapto tengah duduk-duduk di depan rumahnya. Namun, tanpa sebab yang jelas tiba-tiba saja Daim datang menghampirinya sambil menenteng senapan angin.
“Pelaku datang terus langsung menembak kepada korban, hingga korban sempoyongan, kemudian masuk rumah dan mengambil palu,” terang Aldo.
Korban, sempat berupaya lari, namun tembakan itu membuatnya tak berdaya hingga ia terjatuh dan tersungkur.
“Saat itu juga pelaku yang baru keluar pas korban kondisi tersungkur langsung dipukul dengan palu,” imbuhnya.
Aldo, juga membenarkan keterangan saksi mata yang menyebut tersangka Daim secara membabi buta melakukan pemukulan kepada kepala Sapto menggunakan Palu.
Bahkan, tak sekali saja dilakukan. Daim tercatat sempat kembali ke lokasi setelah sempat pergi untuk kembali memukul kepala korban.
“Jadi dia ini bukan kabur, terus kembali, namun Cuma memastikan apakah korban sudah meninggal. Saat tahu belum meninggal akhirnya dipukuli kembali itu,” lontarnya.
Pihaknya juga menyebut, hingga kini motif utama dari pembunuhan itu juga adalah karena dendam terpendam pelaku kepada korban karena merasa usahanya seringkali direcoki pelaku.
Dalam kasus itu, polisi juga menyita sejumlah barangbukti dari pelaku juga korban.
Seperti senapan angin, sandal, palu, handphone hingga 14 butir peluru senapan angin yang telah disiapkan pelaku.
“Kami juga masih menunggu hasil otopsi kepada jasad korban untuk mengetahui pasti apa luka yang menyebabkan kematiannya,” pungkasnya. (riz)
Editor : Achmad RW