JOMBANG – Pemkab Jombang melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang menyalurkan bantuan sosial berupa uang tunai atau bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Tahun ini ada 9.542 penerima manfaat BLT DBHCHT ini dari bantuan ini, mereka seluruhnya adalah buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok.
Launching penyaluran BLT DBHCHT dilakukan di Pendopo Kecamatan Kabuh, Rabu (13/9) siang kemarin.
Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Wabup Sumrambah, bersama segenap Forkopimda Jombang juga sejumlah kepala OPD terlihat menghadiri kegiatan yang dihadiri 200-an warga Kecamatan Kabuh itu.
”Tahun ini, Kabupaten Jombang menyalurkan BLT DBHCHT untuk petani tembakau dan buruh pabrik rokok,” terang Kepala Dinsos Jombang Hari Purnomo.
Hari menjelaskan, pada 2023 ini, ada sebanyak 6.026 buruh tani yang terdaftar menjadi penerima manfaat program BLT DBHCHT.
Sementara dari unsur buruh pabrik sebanyak 3.516 penerima manfaat.
Seluruh penerima manfaat akan mendapatkan bantuan masing-masing sebesar Rp 300 ribu untuk setiap bulannya.
”Dan dalam penyaluran ini, akan diberikan langsung selama 4 bulan, sehingga masing-masing penerima manfaat akan menerima Rp 1,2 juta,” lanjutnya.
Hari juga menjelaskan, penyaluran BLT itu akan dilakukan pada 13-14 September ini.
”Untuk penyalurannya nanti akan dilakukan di masing-masing desa dan pabrik rokok melalui rekening Bank Jombang,” lanjutnya.
Diharapkannya, penyaluran BLT DBHCHT bisa menjadi penyokong pekonomian masyarakat. Selain juga untuk pembinaan sosial dan kesejahteraan untuk masyarakat.
”Pemberian BLT ini juga tentu dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, ratusan masyarakat yang hadir terlihat antusias mengikuti kegiatan.
Mereka mengaku sangat merasa bahagia dengan adanya program BLT DBHCHT yang diberikan pemerintah. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW