Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Koleksi Alat Musik dan Lagu Favorit 6 Presiden RI Dipajang di Minha Jombang, Unik-unik Banget!

Achmad RW • Selasa, 22 Agustus 2023 | 13:43 WIB

 

 

Pengunjung melihat koleksi alat musik sasando milik presiden ke-2 RI Soeharto yang dipajang di Minha Jombang
Pengunjung melihat koleksi alat musik sasando milik presiden ke-2 RI Soeharto yang dipajang di Minha Jombang

JOMBANG - Sejumlah benda koleksi dan musik favorit enam mantan Presiden RI, tengah dipajang di Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (Minha) Jombang. Koleksi ini cukup menarik perhatian banyak pengunjung.

 

Ruangan depan Minha terlihat sangat berbeda, Senin (21/8). Ruang utama yang biasanya los dan hanya berisi satu pohon dari pintu masuk ini mulai penuh benda koleksi. Begitupun dengan penataan ruangannya. Ada sekitar enam kotak kaca yang diletakkan.

Beberapa di antaranya, ada piring hitam milik Bung Karno, surat pengesahan angklung sebagai benda warisan budaya, dan pengesahan hari musik di Indonesia. Selain itu, beberapa kaset VCD yang berisi album karya mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Namun, yang paling mencolok adalah dua koleksi alat musik yang diletakkan di bagian paling depan. Pertama, saat pengunjung masuk, terdapat dua benda, yakni sasando, alat musik petik asal Pulau Rote dan satu set angklung, alat musik asli Jawa Barat.

Dari keterangan tertulis, dua alat musik itu adalah koleksi milik presiden ke-2 Indonesia yakni Soeharto. “Jangan disentuh” tulisan di dekat alat musik itu seolah menghalau semua pengunjung yang hendak merabanya.

Di bagian lebih dalam, ada 12 board tinggi yang dipasang melingkar mengikuti kontur dinding museum. Enam di sisi kanan pintu masuk menuju ruangan dalam, sedang enam lagi di sisi kirinya. Dari kiri, berurutan board itu bertuliskan masing-masing mantan presiden Indonesia.

Mulai Presiden pertama RI Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri hingga Soesilo Bambang Yudhoyono. Semua tertulis lengkap.

Seorang pengunjung mendatangi booth milik presiden ke-4 Indonesia Kh Abdurrahman Wahid dan menyetel musik bethoven favorit Gus Dur
Seorang pengunjung mendatangi booth milik presiden ke-4 Indonesia Kh Abdurrahman Wahid dan menyetel musik bethoven favorit Gus Dur

Booth inilah yang paling ramai dikunjungi. Di setiap gambar presiden, terdapat sebuah layar dilengkapi dengan sebuah headphone dan mouse. Alat itu, disediakan penyelenggara museum. Headphone bisa dipakai untuk mendengarkan sejumlah playlist lagu di layar yang bisa digerakkan dengan mouse.

Lagu-lagu itu adalah lagu favorit para mantan Presiden RI. Salah satu yang jadi favorit, booth milik Presiden ke-4, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Salah satu musik yang menarik adalah bethoven. Ya, musik klasik itu diterangkan dalam layar yang seringkali didengar Gus Dur dan salah satu  favoritnya.

“Benar-benar nyentrik ya Gus Dur, seorang kiai tapi selera musiknya nggak main-main,” ungkap Maslahah, 28, salah seorang pengunjung.

Koleksi baru itu memang baru saja diresmikan dan dibuka untuk umum. Pengunjung pun terlihat antusias. Dari pelajar, guru maupun masyarakat umum terlihat antusias menilik langsung alat musik dan masing-masing booth musik digital yang disediakan.

“Sengaja ke sini (Minha, Red), kemarin lihat pamflet kok ada benda koleksi Presiden RI, akhirnya datang dan ternyata seru-seru,” sahut Agung, 38, pengunjung yang lain.

Menurut Pustanto Plt Koordinator Museum dan Galeri dari Direktorat Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, koleksi itu sengaja dipasang dengan rangkaian museum keliling koleksi kepresidenan. Koleksi yang ditampilkan sudah terkurasi sebelumnya berasal dari enam presiden Indonesia.

“Ini bentuk publikasi kami khususnya terkait cerita kebaikan seorang presiden. Yang masuk baru enam presiden purna,” terangnya.

Kegiatan ini kali pertama di Indonesia. Namun sesuai dengan konsep, museum keliling, maka kegiatan serupa akan berlangsung secara simultan di museum lainnya. Di Minha sendiri, berlangsung hingga (27/8) pekan depan.

“Ini juga menampilkan bahwa presiden juga manusia biasa, perjalanan hidup menuju presiden dan selama menjabat presiden punya kesenagan dan hal-hal di luar tugasnya sebagai pemimpin besar bangsa,” lanjutnya.

Pihaknya menyebut, proses penggalian data dan cerita hingga kini masih terus dilakukan untuk melengkapi koleksi dari sisi kehidupan lain seorang presiden. “Ini baru musik, mungkin nanti yang lain akan ada lagi, kesenangan atau hobi lain,” pungkas Pustanto. (riz/bin/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#musik #Presiden RI #Jombang #MINHA